Terima Bimbingan dari LAFKI, Rumkit Bhayangkara Polda Kalteng Mantapkan Komitmen Pertahankan Akreditasi Paripurna

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh standar akreditasi telah diterapkan secara optimal.

PALANGKA RAYA, Indoborneo News – Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya menerima kunjungan dan bimbingan akreditasi dari tim Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI) sebagai bagian dari upaya mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna yang telah diraih sebelumnya.

Kegiatan bimbingan akreditasi tersebut bertempat di Aula Gawi Hapakat Rumkit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya dan dilaksanakan selama dua hari, mulai tanggal 5 sampai dengan 6 Juni 2026.

Banner Website

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Rumah Sakit (Karumkit), jajaran pejabat utama, kepala instalasi, ketua kelompok kerja (pokja), serta personel yang terlibat dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Bimbingan akreditasi dipimpin langsung oleh Ketua Umum LAFKI, Dr. Benny Tumbelaka, beserta anggota tim LAFKI.

Dalam kegiatan tersebut, tim LAFKI memberikan pendampingan, pembinaan, serta evaluasi terhadap implementasi standar akreditasi rumah sakit.

Selain melakukan telaah dokumen dan diskusi bersama kelompok kerja, tim juga melaksanakan telusur lapangan ke berbagai unit pelayanan untuk melihat secara langsung kesesuaian antara dokumen, regulasi, dan implementasi pelayanan di lapangan.

baca berita lainnya

Telusur lapangan dilakukan pada sejumlah unit strategis, mulai dari instalasi gawat darurat, rawat jalan, rawat inap, farmasi, laboratorium, radiologi, hingga unit penunjang lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh standar akreditasi telah diterapkan secara optimal, termasuk aspek keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, manajemen risiko, serta mutu pelayanan kesehatan.

Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, melalui Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya, AKBP dr. Anton Sudarto, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh tim LAFKI. Menurutnya, kegiatan bimbingan ini menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan rumah sakit sekaligus memperkuat komitmen seluruh personel dalam mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna.

baca juga

“Akreditasi bukan hanya tentang penilaian, tetapi merupakan budaya mutu yang harus diterapkan dalam setiap aspek pelayanan. Melalui bimbingan dan telusur lapangan ini, kami memperoleh banyak masukan yang sangat berharga untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, dan kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum LAFKI, Dr. Benny Tumbelaka, menekankan bahwa keberhasilan mempertahankan Akreditasi Paripurna memerlukan komitmen kuat dari seluruh unsur rumah sakit. Menurutnya, standar akreditasi harus diimplementasikan secara konsisten dalam pelayanan sehari-hari sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi pasien dan masyarakat.

baca juga

Selama kegiatan berlangsung, tim LAFKI bersama seluruh pokja melakukan pembahasan terhadap berbagai elemen penilaian akreditasi, mulai dari kelompok manajemen rumah sakit, pelayanan berfokus pada pasien, sasaran keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, hingga program peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi peluang perbaikan, serta memperkuat kesiapan seluruh unit kerja dalam menghadapi survei akreditasi mendatang.

Melalui bimbingan akreditasi dan telusur lapangan ini, Rumkit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya semakin optimistis dalam menghadapi survei akreditasi mendatang. Dengan dukungan seluruh personel dan komitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan, Rumkit Bhayangkara bertekad mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna sebagai wujud pelayanan kesehatan yang profesional, berkualitas, dan terpercaya bagi masyarakat.
(Fauji)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *