TUMBANG MANGKUP, Indoborneo News – Sebanyak 20 siswa kelas IX MTs Mujahidin mengikuti Ujian Praktik Seni Budaya dengan materi melukis di lingkungan MTs Mujahidin. Ujian dibuka langsung oleh Guru Mapel Seni Budaya Dina Rusmawati dan seluruh peserta yang mengikuti tampak serius menggoreskan kuas di atas kanvas sesuai tema yang ditentukan, Selasa (12/5/2026).
Kepala MTsS Mujahidin, Hengki,menjelaskan ujian praktik tahun ajaran 2025/2026 mengusung tema “Biarkan kuasmu menari-nari dan warna-warnamu berbicara”.
“Ujian ini bukan hanya tes kemampuan menggambar, tapi juga ujian kesabaran, kreativitas, dan pemahaman estetika. Ujian praktik melukis adalah momen bagi siswa untuk menunjukkan suara visualnya,” ujar Hengki.
Menurut Hengki, hal yang paling utama dari ujian ini adalah keberanian siswa dalam memadukan warna dan kejelasan dalam menyampaikan pesan di balik lukisan tersebut. Siswa dituntut menguasai teknik dasar seperti gradasi, pencampuran warna, maupun pembuatan tekstur dengan alat lukis yang tepat.
Hengki berharap ujian praktik ini menjadi panggung bagi siswa untuk menyalurkan ide, perasaan, dan imajinasi yang abstrak ke dalam bentuk visual yang nyata tanpa rasa takut salah.
“Siswa juga diharapkan mampu mengenali dan menggunakan alat lukis seperti kuas, palet, dan cat dengan teknik yang benar,” tambahnya.
Usai kegiatan, Hengki berpesan agar siswa bisa menghargai karya seni orang lain karena mereka telah merasakan sendiri betapa besarnya usaha yang dibutuhkan untuk membuat satu karya.
“Dari sini mereka belajar bahwa seni adalah proses, bukan sekadar hasil akhir,” pungkasnya.
Ujian praktik melukis ini menjadi bagian dari penilaian akhir siswa kelas IX sebelum kelulusan. Selain mengukur kompetensi, kegiatan ini juga menanamkan nilai estetika, keberanian berekspresi, dan sikap apresiatif terhadap karya seni.
(Fauji)












