Anggota DPRD Kotim Dapil IV, Hj. Mariani
SAMPIT.INDOBORNEONEWS– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kandan-Camba, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memicu keresahan warga. Sejumlah kebun dilaporkan terbakar, sementara dugaan adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut mendorong DPRD meminta aparat penegak hukum turun tangan.
Anggota DPRD Kotim Dapil IV, Hj. Mariani, mendesak aparat penegak hukum (APH) menyelidiki penyebab kebakaran dan menelusuri dugaan keterlibatan oknum dalam pembakaran lahan.
“Benar kebakaran di Kandan-Camba. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan karena banyak kebun warga yang terbakar,” ujar Mariani, Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan video yang beredar, kobaran api terlihat membakar lahan di kawasan tersebut. Informasi dari lapangan menyebutkan luas lahan yang terdampak diduga mencapai puluhan hektare. Namun, luasan pasti kebakaran masih memerlukan pendataan dan konfirmasi lebih lanjut.
Mariani mengungkapkan, dirinya menerima informasi dari warga mengenai dugaan pembakaran lahan secara sengaja. Dia meminta informasi tersebut ditindaklanjuti agar penyebab kebakaran dapat terungkap dan tidak sekadar menjadi dugaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Penyelidikan juga diperlukan untuk memastikan apakah kebakaran terjadi akibat kelalaian, faktor lain, atau memang terdapat unsur kesengajaan.
Jika ditemukan bukti adanya tindak pidana, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Mariani juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membantu pengungkapan kasus tersebut. Warga yang mengetahui kejadian maupun memiliki informasi relevan diharapkan bersedia memberikan keterangan kepada aparat.
“Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kebakaran ini agar kooperatif dan membantu aparat memberikan keterangan. Informasi dari warga sangat penting untuk mengungkap penyebab kebakaran dan menelusuri pihak yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan kepolisian telah mengantongi dugaan pelaku. Namun, perkembangan tersebut masih perlu dikonfirmasi secara resmi kepada kepolisian. Identitas dan keterlibatan pihak tertentu juga harus dipastikan melalui proses penyelidikan.
Di tengah ancaman kebakaran, warga setempat dikabarkan telah berjaga selama sekitar sepekan terakhir. Mereka berupaya memantau kondisi lahan dan mengantisipasi munculnya titik api baru yang dapat mengancam kebun masyarakat.
Warga pun menyatakan siap melanjutkan penjagaan demi melindungi lahan mereka. Kondisi ini menunjukkan besarnya kekhawatiran masyarakat terhadap karhutla yang berpotensi merusak sumber penghidupan mereka.
DPRD Kotim berharap penanganan kebakaran di Kandan-Camba dilakukan secara serius, mulai dari upaya pemadaman hingga penyelidikan penyebabnya. Selain mencegah api meluas, pengungkapan fakta di balik kebakaran dinilai penting agar kejadian serupa tidak terus berulang dan masyarakat tidak kembali menanggung kerugian. (S)












