SAMPIT.Indoborneonews.com – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 tahun 2026, dimaknai SMAN 2 Sampit sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.
Kepala SMAN 2 Sampit, Kodarahim, menyampaikan bahwa semangat Hardiknas tidak lepas dari pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang memerdekakan, baik bagi guru maupun murid. Nilai tersebut, menurutnya, menjadi landasan dalam menjalankan proses pendidikan di sekolah.
“Pendidikan harus mampu membebaskan potensi anak, memberi ruang untuk berkembang, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter. Ini sejalan dengan semboyan Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Dalam implementasinya, SMAN 2 Sampit terus mendorong penguatan karakter melalui program Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Program ini diarahkan untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap gotong royong, mandiri, bernalar kritis, serta berakhlak mulia.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, sekolah juga melakukan berbagai inovasi, salah satunya melalui digitalisasi pembelajaran. Pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar dinilai menjadi langkah strategis agar siswa lebih adaptif dan siap menghadapi tantangan global.
“Digitalisasi bukan hanya soal penggunaan perangkat, tetapi bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas akses informasi, dan mendorong kreativitas siswa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kodarahim menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung keberhasilan pendidikan. Guru di sekolah berperan membimbing siswa agar mampu berpikir kritis dan menyelesaikan permasalahan nyata, sementara orang tua menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter anak di rumah.
“Lingkungan keluarga yang kondusif sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Ketika anak merasa nyaman dan didukung di rumah, maka proses belajar di sekolah akan berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Ia berharap, melalui sinergi tersebut, SMAN 2 Sampit mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki daya saing tinggi serta karakter yang kuat.
“Harapan kami, peserta didik ke depan menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, dan berakhlak mulia, sehingga mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa,” tutupnya.
Peringatan Hardiknas 2026 pun menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses membentuk manusia seutuhnya yang siap menghadapi masa depan dengan nilai dan karakter yang kokoh. (Red)












