Pembangunan Markas Yonif TP 923 Mentaya Dimulai, Dandim 1015/Sampit Pimpin Peninjauan

Dandim 1015/Sampit tinjau lokasi pembangunan Markas Batalyon TP 923/Mentaya di Km 18 Pasir Putih sekaligus mulainya awal pembangunan.

SAMPIT, Indoborneo News – Komandan Kodim 1015/Sampit jajaran Korem 102/Panju Panjung melakukan peninjauan awal pembangunan Markas Batalyon TP 923 Mentaya di area lapangan tembak lahan milik TNI Jalan Jenderal Sudirman Km 18, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu 20/5/2026.

Kegiatan peninjauan awal pembangunan ini dipimpin langsung Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan dan diikuti personel jajarannya.

Saat ini kondisi jalan menuju lokasi pembangunan masih dipenuhi semak-semak. Alat excavator dikerahkan untuk mempermudah pembersihan pohon dan semak-semak liar tinggi yang tumbuh di lokasi tersebut.

Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan menyampaikan bahwa awal pembangunan Markas Batalyon TP 923 Mentaya akan dimulai pada Rabu 20 Mei 2026 dengan percepatan pekerjaan agar TNI mendukung penuh program pemerintah pusat untuk kemajuan pemerintah daerah.

“Perlunya percepatan untuk pembangunan Yonif TP 923 Mentaya ini merupakan program pemerintah Republik Indonesia dalam bidang pertahanan keamanan, guna untuk mempercepat pembangunan nasional di setiap kabupaten dan Yonif 923 Mentaya yang berlokasi di Kabupaten Kotawaringin Timur,“ kata Dandim.

Dandim juga mengatakan bahwa program pemerintah Republik Indonesia merupakan program dalam bidang pertahanan dengan tujuan untuk pembangunan unit teritorial.

“Pembangunan ini akan dipercepat secara nasional, khususnya di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dalam bidang pertahanan dan ketahanan pangan. Pembangunan tersebut dilengkapi dengan sarana-prasarana dari satuan pertanian dan peternakan,“ jelas Dandim.

Tidak hanya sampai di situ, Dandim juga menjelaskan bahwa pembangunan Yonif TP 923 Mentaya merupakan program yang juga bertujuan untuk mengantisipasi penanggulangan bencana alam. Lalu, ada juga disiapkan untuk kompi konstruksi maupun kompi kesehatan, sehingga teritorial pembangunan perlu segera dipercepat dalam pembangunan.

“Proyek pembangunan akan selesai diperkirakan pada akhir tahun 2026,“ pungkasnya.

(Fauji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *