SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Persoalan sampah plastik yang masih ditemukan di berbagai sudut Kota Sampit menjadi perhatian Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, jajaran pengurus dan kader memilih turun langsung ke lapangan menggelar aksi bersih-bersih sebagai bentuk kepedulian sekaligus menyampaikan pesan bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Aksi yang digelar Jumat (17/7/2026) itu dimulai dari kawasan Pasar Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), kemudian dilanjutkan menyusuri ruas jalan menuju Taman Kota Sampit. Selama kegiatan berlangsung, puluhan kader memungut berbagai jenis sampah yang berserakan di bahu jalan, drainase, trotoar, hingga area sekitar pasar.
Sampah plastik mendominasi hasil pembersihan. Botol minuman, gelas plastik sekali pakai, kantong plastik, sedotan, dan bungkus makanan ditemukan di sejumlah titik. Ironisnya, sebagian sampah berada tidak jauh dari kontainer yang telah disediakan sebagai tempat pembuangan sementara.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Kotim, SP Lumban Gaol, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar rangkaian menyambut HUT ke-25 Partai Demokrat yang diperingati pada 9 September mendatang, melainkan ingin menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat bahwa persoalan lingkungan harus mendapat perhatian serius.
“Kami sengaja memilih kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat. Harapan kami, aksi ini bisa menjadi contoh sekaligus mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, khususnya persoalan sampah plastik,” ujarnya.
Menurut Gaol, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kebersihan atau pemerintah daerah. Kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih. Sebab, sebaik apa pun fasilitas yang disediakan pemerintah, hasilnya tidak akan maksimal apabila masih ada kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Hal itu, lanjutnya, terlihat saat kegiatan berlangsung di Pasar PPM. Meski telah tersedia kontainer sampah, masih ditemukan banyak sampah yang dibuang di luar tempat penampungan tersebut.
“Kami melihat sendiri masyarakat sudah membawa sampah ke lokasi kontainer, tetapi tidak memasukkannya ke dalam kontainer. Akhirnya sampah menumpuk di sekitarnya dan membuat lingkungan terlihat kumuh. Hal seperti ini perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.
Gaol menilai, persoalan sampah plastik menjadi tantangan tersendiri karena jenis sampah tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami. Di sisi lain, hingga kini pengelolaan dan fasilitas daur ulang sampah plastik di Sampit dinilai belum optimal sehingga volume sampah terus bertambah setiap hari.
Ia juga menyoroti kondisi bantaran Sungai Mentaya yang masih dipenuhi sampah plastik. Menurutnya, sungai yang menjadi ikon Kabupaten Kotawaringin Timur itu seharusnya dijaga bersama agar tidak berubah menjadi tempat pembuangan sampah.
“Kalau kita menyusuri Sungai Mentaya, masih banyak terlihat botol minuman dan sampah plastik di tepian sungai. Ini menunjukkan bahwa persoalan sampah sudah menyangkut kualitas lingkungan dan perlu segera dicarikan solusi,” ungkapnya.
Karena itu, DPC Partai Demokrat Kotim mendorong Pemerintah Kabupaten Kotim, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah sejak dari rumah. Sosialisasi dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan kepada masyarakat, pelajar, hingga pedagang agar budaya membuang sampah pada tempatnya semakin terbentuk.
Selain edukasi, Gaol juga berharap pemerintah mulai mempersiapkan sistem pengelolaan sampah plastik yang lebih terpadu, termasuk pengembangan fasilitas pemilahan dan daur ulang. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir maupun mencemari lingkungan.
Ia juga meminta pengelola Pasar PPM meningkatkan pengawasan terhadap kebersihan kawasan pasar dan tidak ragu mengambil langkah tegas apabila masih ditemukan pelanggaran.
“Kalau memang diperlukan, harus ada aturan yang ditegakkan agar memberikan efek jera. Edukasi memang penting, tetapi kedisiplinan masyarakat juga harus dibangun melalui pengawasan yang konsisten,” tegasnya.
Melalui momentum HUT ke-25 Partai Demokrat, DPC Demokrat Kotim berharap aksi bersih-bersih tersebut tidak hanya menjadi kegiatan simbolis, tetapi mampu menggerakkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Menurutnya, menjaga kebersihan kota bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi mewujudkan Sampit yang bersih, sehat, dan terbebas dari pencemaran sampah plastik. (Sg)












