Jalan Sehat hingga Prosesi Potong Pita Semarakkan Penutupan MPLS SDN 6 Mentawa Baru Hulu

SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Suasana penuh semangat, keceriaan, dan kebersamaan mewarnai penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SD Negeri 6 Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (17/7/2026). Penutupan kegiatan dikemas secara meriah melalui jalan sehat yang diikuti peserta didik baru, orang tua, dewan guru, Korwil Pendidikan, Lurah Mentawa Baru Hulu, serta siswa-siswi yang turut menyambut keluarga baru sekolah.

Selama lima hari pelaksanaan MPLS, sebanyak 56 peserta didik baru yang terbagi dalam dua rombongan belajar diperkenalkan dengan lingkungan sekolah melalui berbagai kegiatan edukatif yang menyenangkan. Program tersebut tidak hanya membantu siswa beradaptasi dengan suasana belajar, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, kebersamaan, kepedulian, serta kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Banner Website

Kepala SDN 6 Mentawa Baru Hulu, Kirno, mengatakan MPLS dirancang dengan pendekatan ramah anak agar peserta didik baru merasa nyaman memasuki jenjang sekolah dasar.

“Inti MPLS adalah mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru. Mereka dikenalkan dengan ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, kantin, toilet, hingga berbagai fasilitas sekolah agar lebih percaya diri saat mulai mengikuti pembelajaran,” ujarnya.

Menurutnya, proses pengenalan dilakukan secara bertahap melalui permainan edukatif, senam bersama, lagu-lagu penyemangat, kegiatan kelompok, hingga berbagai aktivitas interaktif yang sesuai dengan usia anak.

“Kami ingin anak-anak memiliki pengalaman pertama yang menyenangkan. Sekolah harus menjadi tempat belajar yang membuat mereka merasa aman, nyaman, dan bahagia,” katanya.

Selama MPLS, sekolah juga membiasakan peserta didik menerapkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari pembentukan karakter. Setiap hari diawali dengan doa bersama, senam, pembiasaan hidup disiplin, menjaga kebersihan, saling menghormati, serta berbagai aktivitas positif lainnya.

Selain penguatan karakter, sekolah memberikan edukasi mengenai pentingnya menghargai sesama teman, mencegah perundungan (bullying), dan menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi seluruh peserta didik.

“SDN 6 merupakan sekolah ramah anak dan sekolah inklusi. Semua peserta didik memiliki hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan mendapatkan pelayanan pendidikan tanpa membedakan latar belakang maupun kemampuan mereka,” tegas Kirno.

Puncak penutupan MPLS berlangsung melalui kegiatan jalan sehat yang telah menjadi tradisi sekolah. Rute dimulai dari lingkungan sekolah SDN 6 Mentawa Baru Hulu menuju kawasan SMP Negeri 1, melintasi Jalan Iskandar, Jalan Ahmad Yani, kawasan Masjid Al-Falah, kemudian kembali ke SDN 6 Mentawa Baru Hulu lagi.

Sesampainya di gerbang sekolah, suasana semakin semarak dengan prosesi simbolis pemotongan pita yang menandai seluruh peserta didik baru resmi menjadi bagian dari keluarga besar SDN 6 Mentawa Baru Hulu. Setelah itu, atribut MPLS dilepas dan diganti dengan atribut sekolah sebagai simbol dimulainya perjalanan mereka sebagai siswa sekolah dasar.

Kirno menjelaskan, jalan sehat dipilih sebagai penutup MPLS karena mengandung pesan penting tentang pentingnya menjaga kesehatan dan membangun semangat kebersamaan.

“Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kami berharap semangat hidup sehat, disiplin, dan kebersamaan ini terus tumbuh selama anak-anak menempuh pendidikan di SDN 6 Mentawa Baru Hulu,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, sekolah juga membagikan makanan ringan kepada seluruh peserta didik baru yang telah mengikuti rangkaian MPLS dengan penuh antusias. Keceriaan tampak menghiasi wajah anak-anak yang didampingi orang tua dan para guru.

Mengakhiri kegiatan, Kirno menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru serta mengajak orang tua untuk terus menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak.

“Pendidikan akan berhasil apabila sekolah dan orang tua berjalan bersama. Dengan komunikasi yang baik, kami berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, serta mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan,” tutupnya. (Sg)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *