Daerah  

Ngeri! King Kobra Sepanjang Dua Meter Bersarang di Pekarangan Rumah Warga Baamang

0-4064x3048-0-0-{}-0-24#bokehtype:0#;ts:292312317447000;appts:1784287283729;qlty:1;;illum:9 scene:29 humanIn:1;

SAMPIT.INDOBORNEONEWS– Warga Jalan KH Ahmad Dahlan, Kenan Sandan, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, dibuat geger dengan kemunculan seekor ular king kobra (Ophiophagus hannah) sepanjang sekitar dua meter di pekarangan salah satu rumah, Jumat (17/7/2026) sore. Ular berbisa mematikan itu diketahui bersembunyi di bawah sela-sela pot bunga, sehingga memicu kekhawatiran penghuni rumah dan warga sekitar.

Pemilik rumah, Yuni Ardi, yang menyadari keberadaan ular tersebut memilih tidak mengambil tindakan sendiri. Ia segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kotawaringin Timur untuk meminta bantuan evakuasi.

Banner Website

Laporan diterima petugas piket pada pukul 17.48 WIB. Setelah dilakukan verifikasi, Kepala Peleton I langsung mengerahkan Regu I menggunakan unit Hilux Rescue menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Kepala Peleton I Piket/Jaga Damkarmat Kotawaringin Timur, Akhmad Ilham Wahyudi, mengatakan personel bergerak cepat begitu menerima laporan adanya king kobra yang masuk ke kawasan permukiman warga.

“Menurut keterangan Bapak Yuni Ardi, ular King Kobra terlihat masuk ke halaman rumah dan masuk di bawah sela-sela pot bunga,” ujar Akhmad.

Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan penilaian situasi guna memastikan posisi ular. Mengingat king kobra merupakan salah satu spesies ular berbisa paling berbahaya, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati menggunakan alat khusus grabstick untuk meminimalkan risiko terhadap petugas maupun warga.

Dengan teknik penanganan yang tepat, ular berhasil dijepit dan dikendalikan sebelum akhirnya diamankan tanpa menimbulkan korban ataupun gangguan bagi masyarakat sekitar.

“Setelah menilai situasi dan keadaan, petugas segera melakukan penanganan ular King Kobra dengan menggunakan grabstick. Ular dengan panjang kurang lebih dua meter akhirnya berhasil diamankan petugas,” kata Akhmad.

Operasi penyelamatan berlangsung singkat, dimulai pukul 18.16 WIB dan selesai pada pukul 18.29 WIB. Setelah memastikan lokasi benar-benar aman dari potensi ancaman, seluruh personel kembali ke Markas Komando Damkarmat untuk melanjutkan tugas siaga.

Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Proses evakuasi juga berlangsung lancar tanpa kendala berarti, didukung kondisi cuaca yang cerah serta koordinasi yang baik antarpersonel.

Damkarmat mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemunculan satwa liar, khususnya ular berbisa yang sewaktu-waktu dapat memasuki kawasan permukiman. Warga diminta tidak mencoba menangkap atau mengusir ular sendiri karena berisiko tinggi membahayakan keselamatan.

Apabila menemukan ular di lingkungan rumah, masyarakat disarankan segera menghubungi petugas Damkarmat atau instansi terkait agar proses evakuasi dapat dilakukan secara aman, cepat, dan profesional. (Sg)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *