Pemkab Kotim dan Warga Gelar Salat Istisqa
SAMPIT.INDOBORNEONEWS.COM – Di tengah kemarau yang masih berlangsung dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama masyarakat menengadah memohon pertolongan Allah SWT. Salat Istisqa digelar di halaman Kantor Bupati Kotim, Kamis (27/8/2026) pagi, sebagai ikhtiar bersama agar hujan segera turun di wilayah tersebut.
Salat Istisqa dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Sejumlah unsur masyarakat, jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi, serta masyarakat umum hadir mengikuti kegiatan tersebut.
Suasana berlangsung khidmat. Para peserta mengikuti rangkaian salat dan doa bersama dengan harapan kemarau yang cukup panjang segera berakhir dan hujan kembali membasahi wilayah Kotim.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar pemerintah bersama masyarakat dalam menghadapi kondisi kemarau.
“Pagi ini kita bersama-sama melaksanakan Salat Istisqa. Seluruh komponen masyarakat, berbagai organisasi, pemerintah daerah, dan Forkopimda hadir untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan di Kotawaringin Timur,” kata Halikinnor.
Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan kering membutuhkan kewaspadaan bersama. Selain berharap turunnya hujan, pemerintah terus mendorong berbagai langkah pencegahan untuk mengantisipasi karhutla.
“Kemarau saat ini cukup panjang dan kondisi cuaca juga sangat panas. Karena itu, kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan berbagai upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas,” ujarnya.
Data hingga akhir Agustus 2026 menunjukkan luasan lahan yang terbakar akibat karhutla di Kotim mencapai sekitar 1.686 hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama dengan masih berlangsungnya musim kemarau.
Pemkab Kotim juga memperpanjang status tanggap darurat karhutla dan kekeringan hingga 15 September 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan, pencegahan, serta koordinasi lintas sektor dapat terus berjalan menghadapi kondisi di lapangan.
Halikinnor menegaskan, pemerintah tidak hanya menunggu turunnya hujan, tetapi tetap melakukan berbagai upaya nyata untuk mengendalikan dan mencegah karhutla.
“Kita terus berupaya melakukan penanganan dan pencegahan di lapangan. Namun, kita juga menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan. Karena itu, selain ikhtiar secara nyata, kita juga memohon pertolongan Allah SWT melalui doa,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat turut mengambil bagian dalam menjaga lingkungan. Terlebih, kondisi lahan yang kering membuat api mudah muncul dan berkembang apabila tidak diantisipasi.
“Mari kita sama-sama menjaga lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, dan menghindari kegiatan yang dapat menimbulkan kebakaran. Mudah-mudahan ikhtiar yang kita lakukan bersama mendapatkan pertolongan dan keberkahan dari Allah SWT,” katanya.
Pemerintah daerah juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak dalam menghadapi ancaman karhutla. Kesiapsiagaan dilakukan dengan melibatkan unsur pemerintah, aparat, organisasi, dunia usaha, dan masyarakat.
Salat Istisqa yang digelar pagi itu menjadi simbol kebersamaan dalam menghadapi kemarau. Pemerintah dan masyarakat berada dalam satu ikhtiar, menggabungkan langkah nyata di lapangan dengan doa agar hujan segera turun.
Di tengah cuaca yang panas dan kering, harapan masyarakat terhadap hujan pun semakin besar. Turunnya hujan diharapkan tidak hanya memberikan kesejukan, tetapi juga membantu membasahi lahan yang kering dan mengurangi potensi munculnya titik api.
Halikinnor berharap kebersamaan tersebut terus terjaga. Masyarakat diminta tetap optimistis, namun tidak mengurangi kewaspadaan terhadap potensi karhutla selama kondisi kemarau masih berlangsung.
Salat Istisqa akhirnya menjadi momentum bersama bagi Kotim untuk meneguhkan ikhtiar. Dari halaman Kantor Bupati, doa dipanjatkan agar hujan segera turun, kemarau berakhir, dan Kotawaringin Timur senantiasa mendapat perlindungan serta keberkahan dari Allah SWT. (SG)












