Terbongkar Kebohongan Seorang Barista di Palangka Raya Tuduh Mantan Lecehkan Dirinya

Kedua belah pihak diberikan binaan oleh Cak Sam Polda Kalimantan Tengah dalam menanggapi permasalahan percintaan yang berakhir damai.

PALANGKA RAYA, Indoborneo News – Seorang mahasiswi sekaligus barista di Kota Palangka Raya berinisial Siti (20) melapor ke layanan Cak Sam Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) karena mendapat ancaman dan intimidasi dari mantan pacarnya, Minggu (31/5/2026).

Pelaku berinisial Adul (20), juga berstatus mahasiswa, mengancam akan menyebarkan aib pribadi milik Siti serta menghubungi dosen dan teman-teman korban untuk mempermalukan dirinya. Ancaman itu dilontarkan Adul lantaran tidak terima diputuskan.

“Saya lagi ada masalah sama mantan pacar saya, dan belakangan ini saya merasa takut serta tertekan karena dia sering mengancam mau menyebarkan aib pribadi saya. Saya tidak tahu aib atau foto apa yang dia maksud karena saya merasa tidak pernah melakukan hal aneh,“ curhat Siti kepada Cak Sam.

Adul bahkan sempat mengadu lebih dulu ke akun Instagram Cak Sam dan menuduh Siti melakukan pelecehan seksual. Korban mengaku takut karena Adul mengetahui tempat tinggalnya dan terus mengintimidasi.

baca berita lainnya

“Saya takut masalah ini makin melebar dan nama saya makin jelek. Sekarang saya sebenarnya sudah tidak mau ada hubungan apa pun lagi sama dia, cuma saya takut dia tetap nekat ganggu kehidupan saya,“ tulis Siti.

Menindaklanjuti laporan itu, tim Cak Sam Polda Kalteng mempertemukan Adul dan Siti untuk dimediasi serta diberikan pembinaan.

Hasil mediasi mengungkap fakta sebaliknya: pelaku pelecehan seksual justru Adul sendiri. Namun Siti tidak mempermasalahkan hal tersebut karena dilakukan suka sama suka.

“Dalam mediasi, Adul akhirnya meminta maaf kepada Siti. Ia berjanji tidak akan mengganggu korban lagi dan tidak mengulangi perbuatannya,“ ucap Cak Sam.

Kasus ini ditangani melalui pendekatan restorative justice oleh Cak Sam Polda Kalimantan Tengah guna memberikan rasa aman kepada korban dan efek jera kepada pelaku.
(Fauji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *