SAMPIT, Indoborneo News – Tim SAR Gabungan terus mengoptimalkan pencarian terhadap Dedy Saputra, seorang Anak Buah Kapal (ABK) Tugboat (TB) Kapuas Bahari V yang dilaporkan terjatuh dan tenggelam di perairan Muara Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).
Memasuki hari keempat (H-4) operasi SAR gabungan kembali dilakukan pada Sabtu (4/7/2026).
Sebelumnya peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu (01/07) dini hari lalu sekitar pukul 03.57 WIB. Korban diketahui terjatuh dari atas kapal tugboat saat sedang beraktivitas mengangkat jangkar.
Lalu, rekan-rekan korban yang melihat kejadian tersebut sempat berupaya memberikan pertolongan langsung dan melakukan pencarian mandiri.
Namun, korban dengan cepat tenggelam dan posisinya tidak lagi terlihat. Kejadian ini kemudian dilaporkan oleh pihak KSOP Kelas III Sampit ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya guna meminta bantuan evakuasi.
Saat ini, Polres Kotim melalui Sat Polairud telah bersama instansi terkait melakukan pencarian dan pertolongan SAR terhadap korban.
Menindaklanjuti laporan pencarian hari keempat, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, melalui Kasat Polairud AKP Roni Paslah, menyampaikan bahwa tim gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban ABK yang terjatuh di perairan Muara Sampit.
“Tim gabungan telah melakukan pencarian kembali terhadap korban ABK, ini sudah memasuki hari keempat pencarian. Cuaca di lokasi yang tidak mendukung, dengan angin kencang dan gelombang besar menjadi salah satu kendala tim gabungan dilapangan. Namun, Tim gabungan terus berupaya untuk melakukan pencarian,“ kata AKP Roni setelah dikonfirmasi media ini di kantor Polairud Polres Kotim.
Tidak hanya itu, AKP Roni juga menyampaikan bahwa pencarian hari keempat pada Sabtu (4/7) korban ABK yang terjatuh segera ditemukan.
Unsur SAR yang terlibat dalam pencarian antara lain Tim Rescue Pos SAR Sampit, ABK KN SAR 305, Ditpolairud Polda Kalteng, Pos AL Samuda, Sat Polairud Polres Kotawaringin Timur, KSOP Sampit, serta dibantu oleh nelayan dan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diterbitkan korban masih belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian berlanjut pada hari keempat.
(Fauji)












