Daerah  

Kesultanan Banjar Bersama LAKPL Berkolaborasi, Perkuat Sejarah Pejuang dan Budaya Banua

Pemutaran Film Dokumenter “Pangeran Jaya Sumitra” dengan Kajian Sejarah bertema “Persiapan Perang Banjar”.

MARTAPURA, Indoborneo News – Kesultanan Banjar berkolaborasi dengan Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut (LAKPL) menyelenggarakan Pemutaran Film Dokumenter “Pangeran Jaya Sumitra” yang dirangkai dengan Kajian Sejarah bertema “Persiapan Perang Banjar”.

Kegiatan berlangsung di Aula Putih DPRKPLH Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Milad Kesultanan Banjar yang bertujuan memperkuat pelestarian sejarah dan budaya Banua, Sabtu (11/7/2026).

Banner Website

Acara dihadiri oleh Bupati Banjar yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjar, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar, Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru.

Tidak hanya itu, hadir juga Dewan Mahkota Adat Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut, keluarga besar Kesultanan Banjar, keluarga besar Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut, para sejarawan, budayawan, komunitas pemerhati sejarah, komunitas perfilman Banua, mahasiswa, pelajar, serta berbagai organisasi dan komunitas kebudayaan.

Film dokumenter “Pangeran Jaya Sumitra” merupakan karya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru dengan sutradara Adithya Rakhman yang mengangkat perjuangan salah satu tokoh penting dalam sejarah Banua. Penayangan film ini menjadi sarana edukasi sejarah melalui media audio visual sehingga lebih mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam laporan panitia, Andin Randy Rafsanjani menyampaikan, bahwa kegiatan ini tidak hanya menghadirkan penayangan film, tetapi juga menjadi ruang edukasi sejarah.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Milad Kesultanan Banjar yang diselenggarakan melalui kolaborasi Kesultanan Banjar bersama Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut, dengan tujuan memperkenalkan kembali sejarah perjuangan Banua melalui media film dokumenter dan diskusi sejarah,“ jelas Andin Randy.

Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan Kajian Sejarah “Persiapan Perang Banjar” yang dikemas dalam format talkshow. Sesi ini menghadirkan Dewan Mahkota Adat Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut, Ir. Bahruddin dan Dharma Setyawan, sebagai narasumber, didampingi moderator yang memandu jalannya diskusi dan sesi tanya jawab bersama peserta.

“Adanya kegiatan ini, kami berharap ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sejarah lokal, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, lembaga adat, akademisi, komunitas sejarah, komunitas perfilman, dan generasi muda dalam melestarikan warisan sejarah Banua,“ tambahnya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara, panitia juga membagikan doorprize pada akhir kegiatan.

Melalui kegiatan ini, Kesultanan Banjar dan Lembaga Adat Kerajaan Pulau Laut berharap lahir lebih banyak ruang diskusi, penelitian, dokumentasi, serta karya-karya kreatif yang mengangkat sejarah Kalimantan Selatan sehingga nilai-nilai perjuangan para pendahulu tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
(Fauji)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *