SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan beras di tengah berbagai dinamika harga pangan dipastikan tidak perlu terjadi. Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) menjamin stok beras di gudang saat ini berada dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga musim panen tahun depan.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Wahyu Tri Hutomo, mengungkapkan, saat ini Bulog memiliki stok sekitar 6.800 ton beras. Jumlah tersebut dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Bulog Kotim yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan.
“Alhamdulillah, stok kita saat ini sekitar 6.800 ton. Dengan stok yang ada ditambah penyerapan yang masih terus berjalan, insya Allah kebutuhan beras masyarakat hingga satu tahun ke depan, bahkan sampai musim panen berikutnya masih dapat terpenuhi,” kata Wahyu, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, stok tersebut tidak bersifat statis karena setiap hari terus bertambah melalui program penyerapan gabah hasil panen petani. Bulog masih aktif membeli gabah dari petani di wilayah Kotim, Seruyan, hingga sebagian Kabupaten Katingan yang secara geografis lebih dekat dengan Sampit.
Menurutnya, setiap hari Bulog mampu menyerap sekitar 50 hingga 100 ton gabah kering panen, yang setelah diproses setara dengan 35 hingga 50 ton beras.
“Selama musim panen masih berlangsung, penyerapan tetap kami lakukan. Jadi stok di gudang terus bergerak dan bertambah,” ujarnya.
Wahyu mengatakan penyerapan gabah sebenarnya telah dimulai sejak awal Januari 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah menjaga cadangan pangan nasional sekaligus memberikan kepastian harga bagi petani.
Untuk tahun ini, Bulog Kantor Cabang Kotim mendapat target menyerap 16.554 ton gabah kering panen, atau setara sekitar 9.000 ton beras. Hingga pertengahan Juli, realisasi penyerapan telah mencapai sekitar 10.000 ton gabah, atau sekitar 60 persen dari target.
“Capaian kita sudah sekitar 60 persen. Kami optimistis target tersebut dapat terus dikejar seiring masih berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah,” jelasnya.
Selain menjaga ketersediaan stok, Bulog juga memastikan harga pembelian gabah petani masih mengacu pada Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang berlaku. Saat ini Bulog membeli gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram, sedangkan harga pengadaan beras di gudang Bulog sebesar Rp12.000 per kilogram.
Kebijakan tersebut, lanjut Wahyu, bertujuan memberikan kepastian harga kepada petani agar hasil panen tetap terserap dengan baik sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras nasional.
Di sisi lain, Bulog juga terus mengintensifkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga harga beras tetap stabil di tingkat konsumen.
“SPHP masih terus kami salurkan melalui pasar-pasar, Rumah Pangan Kita (RPK), kios mitra Bulog, dan juga bekerja sama dengan Polri melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah. Tujuannya agar masyarakat tetap bisa memperoleh beras dengan harga yang terjangkau,” ungkapnya.
Untuk mendukung distribusi tersebut, Bulog Kotim saat ini telah memiliki lebih dari 50 mitra penyalur yang tersebar di wilayah Kotim dan Seruyan. Wahyu pun mengajak pelaku usaha yang memiliki kios atau toko pangan untuk bergabung menjadi mitra Bulog.
Persyaratannya pun relatif sederhana, yakni memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), KTP, NPWP, kios yang jelas keberadaannya, serta melampirkan foto lokasi dengan titik koordinat (geotagging). Setelah itu, calon mitra cukup mengajukan surat permohonan kepada Bulog untuk diproses.
“Kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin menjadi mitra. Semakin banyak mitra, maka distribusi beras kepada masyarakat akan semakin mudah dan merata,” katanya.
Meski wilayah distribusi Bulog Kantor Cabang Kotim hanya mencakup Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan, Wahyu menjelaskan pihaknya juga melakukan penyerapan gabah dari wilayah Katingan, khususnya daerah Katingan Kuala dan sekitarnya, karena akses menuju Sampit lebih dekat dibandingkan ke Palangka Raya.
Sementara untuk penyaluran beras kepada masyarakat di Kabupaten Katingan, dilakukan oleh Bulog Kantor Cabang Palangka Raya.
Menutup keterangannya, Wahyu mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan beras maupun isu kelangkaan pangan. Menurutnya, Bulog akan terus memastikan stok tetap tersedia dan distribusi berjalan lancar.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang. Stok beras di wilayah Kotim dan Seruyan masih sangat aman. Bulog akan terus melakukan penyerapan hasil panen petani sekaligus menyalurkan beras kepada masyarakat agar pasokan tetap terjaga dan harga tetap stabil,” tegasnya. (Sg)












