Pembukaan Piala Kemerdekaan VI Resmi Digelar, 32 Tim Sepak Bola Ramaikan HUT Ke-81 RI di Kotim

SAMPIT INDOBORNEONEWS – Turnamen Sepak Bola Piala Kemerdekaan VI resmi dibuka di Lapangan Makodim 1015/Spt, Minggu (2/8/2026), sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Sebanyak 32 tim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ambil bagian dalam kompetisi yang diselenggarakan tersebut.

Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan dihadiri unsur pemerintah daerah, panitia pelaksana, serta masyarakat yang memadati lapangan.

Banner Website

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim, Muhammad Irfansyah, mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan turnamen yang kini telah memasuki tahun keenam.

“Pemkab Kotim melihat kegiatan ini sangat bagus. Apalagi ini sudah memasuki tahun keenam, artinya turnamen ini telah berjalan secara konsisten. Pesertanya juga cukup banyak dan tidak hanya berasal dari dalam Kota Sampit, tetapi juga dari sejumlah daerah di Kotim,” ujarnya.

Ia menilai turnamen tersebut menjadi wadah positif untuk menumbuhkan semangat olahraga sekaligus mempererat silaturahmi antarpemuda melalui sepak bola. Irfansyah juga mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung.

“Kami berpesan kepada seluruh tim agar tetap menjunjung tinggi sportivitas dan bermain dengan fair play seperti yang disampaikan Bupati. Menang atau kalah adalah hal biasa dalam pertandingan. Pemenang sejati adalah mereka yang mampu menerima kekalahan dengan lapang dada, sementara yang menang tidak perlu menyombongkan diri,” katanya.

Menurutnya, turnamen seperti ini juga berpotensi menjadi ajang bagi klub maupun pihak terkait untuk melihat bibit-bibit pesepak bola berbakat di daerah

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Beti Suheru, mengatakan antusiasme peserta pada tahun ini sangat tinggi. Bahkan jumlah tim yang mendaftar melebihi kuota yang disediakan panitia.

“Yang mendaftar sebenarnya lebih banyak, termasuk dari luar daerah. Namun karena keterbatasan waktu pelaksanaan, kami hanya menetapkan 32 tim sebagai peserta. Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap sepak bola masih sangat tinggi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, seluruh pertandingan menggunakan sistem gugur agar turnamen dapat selesai sesuai jadwal dan mengantisipasi perubahan kondisi cuaca.

“Kalau hasil pertandingan imbang, langsung dilanjutkan dengan adu penalti. Sistem ini dipilih agar pelaksanaan turnamen lebih efektif,” jelasnya.

Panitia menyediakan hadiah pembinaan bagi para juara, yakni Rp5 juta untuk juara pertama, Rp3 juta bagi juara kedua, dan Rp2 juta untuk juara ketiga.

Menurut Haru, hadiah sengaja tidak dibuat terlalu besar agar setiap tim lebih mengandalkan pemain lokal sehingga menjadi ruang bagi pesepak bola muda Kotim untuk menunjukkan kemampuan mereka.

“Kami ingin pemain-pemain daerah mendapatkan kesempatan bermain. Kalau hadiahnya terlalu besar biasanya banyak tim mendatangkan pemain dari luar sehingga pemain lokal justru tidak mendapatkan menit bermain,” katanya.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir sehingga penyelenggaraan turnamen pada tahun-tahun mendatang dapat diikuti lebih banyak peserta dan berlangsung lebih meriah sebagai bagian dari pembinaan olahraga sepak bola di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *