SAMPIT INDOBORNEONEWS– Turnamen bola voli antar-RT yang digelar di Desa Terantang, Kecamatan Seranau, tidak sekadar menjadi ajang memperebutkan gelar juara. Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari itu mampu membangkitkan semangat kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menjadi hiburan bagi masyarakat.
Puncak turnamen berlangsung di Lapangan Pemuda RT 04, Minggu (2/8/2026), dengan mempertemukan Squad Cempaka melawan RT 02 Hilir. Laga final berlangsung sengit dan menarik perhatian warga yang memadati area pertandingan. Setelah menampilkan permainan yang sportif dan penuh semangat, Squad Cempaka berhasil keluar sebagai juara.
Kepala Desa Terantang, Aswadi Syukur, mengatakan turnamen tersebut mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Menurutnya, tingginya antusiasme peserta maupun penonton menunjukkan bahwa olahraga masih menjadi sarana yang efektif untuk menyatukan warga.
“Alhamdulillah masyarakat menyambut baik kegiatan ini. Walaupun hanya dilaksanakan di tingkat desa, turnamen dapat berjalan dengan lancar. Saat pertandingan final tadi sore, penontonnya juga sangat banyak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain diikuti oleh tim-tim dari setiap RT, turnamen juga dimeriahkan dengan kehadiran tim undangan dari desa tetangga. Kondisi itu membuat suasana pertandingan semakin semarak sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk saling mengenal dan mempererat hubungan kekeluargaan.
“Melalui pertandingan voli ini, silaturahmi antarwarga maupun dengan desa tetangga semakin terjalin. Yang sebelumnya belum saling mengenal, sekarang bisa menjadi akrab,” katanya.
Menurut Aswadi, kegiatan olahraga seperti ini layak terus digelar karena memberikan dampak positif, khususnya bagi generasi muda. Selain menjadi wadah menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga, turnamen juga mampu mengajak pemuda mengisi waktu dengan aktivitas yang sehat, produktif, dan menjunjung tinggi sportivitas.
Ia berharap semangat masyarakat terhadap olahraga mendapat perhatian dari pemerintah daerah sehingga ke depan Desa Terantang dapat memiliki sarana olahraga yang lebih memadai. Menurutnya, desa memiliki aset lahan yang berpotensi dikembangkan sebagai fasilitas olahraga untuk pembinaan atlet maupun penyelenggaraan berbagai kejuaraan.
“Mudah-mudahan ke depan ada dukungan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk pengembangan sarana olahraga di desa kami,” harapnya.
Pada kesempatan itu, Aswadi mengajak generasi muda agar terus aktif mengikuti kegiatan positif di lingkungan masing-masing. Ia berharap olahraga menjadi bagian dari gaya hidup anak-anak muda sehingga mereka tidak hanya menghabiskan waktu dengan gawai, tetapi juga mampu membangun prestasi dan memperkuat kebersamaan.
“Semoga kegiatan seperti ini semakin menambah semangat anak-anak muda untuk berolahraga dan tidak terlalu bergantung pada telepon genggam. Mari isi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat agar lahir generasi yang sehat, berprestasi, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya,” tutupnya. (Sg)












