SAMPIT INDOBORNEONEWS – Mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, kini menjadi persoalan yang semakin dikeluhkan masyarakat. Antrean panjang kendaraan kembali terlihat di sejumlah SPBU dan bahkan meluber hingga ke badan jalan.
Kondisi tersebut membuat warga harus menghabiskan waktu cukup lama untuk mendapatkan BBM. Tidak hanya pengendara yang mengantre, pengguna jalan lainnya juga ikut terdampak karena barisan kendaraan mengambil sebagian ruang jalan.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan berada di kawasan Jalan Pelita. Antrean kendaraan terlihat memanjang hingga keluar area SPBU dan mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitarnya.
Salah seorang warga, Joko, mengatakan antrean BBM saat ini sudah cukup meresahkan. Menurutnya, kondisi di kawasan Pelita menjadi salah satu contoh antrean yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat.
“Antreannya sudah sangat meresahkan. Di Pelita cukup parah, sampai menutup jalan dan mengganggu orang yang melintas,” kata Joko, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan lamanya waktu warga mendapatkan BBM, tetapi juga dampaknya terhadap pengguna jalan. Kendaraan yang melintas harus lebih berhati-hati ketika melewati barisan antrean.
“Kalau terus seperti ini tentu sangat mengganggu. Kami berharap ada solusi supaya BBM mudah didapat dan antrean tidak sampai mengambil badan jalan,” ujarnya.
Joko berharap pihak terkait dapat segera mencari solusi terhadap kondisi antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Terlebih, BBM merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Harapannya pasokan BBM bisa lancar dan masyarakat tidak perlu lagi antre sampai berjam-jam. Kalau antreannya tertib dan tidak meluber ke jalan, tentu akan lebih aman bagi semua,” pungkasnya.
Antrean panjang BBM yang kembali terjadi menjadi perhatian masyarakat karena berlangsung di tengah aktivitas warga yang tetap berjalan normal. Kondisi tersebut diharapkan tidak berlarut-larut sehingga kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi tanpa menimbulkan gangguan terhadap arus lalu lintas. (SG)












