Daerah  

Kobaran Api Mengganas di Muchran Ali, Satu Bangunan Ludes Empat Lainnya Terdampak

SAMPIT INDOBORNEONEWS – Kobaran api mengganas di tengah permukiman Jalan Muchran Ali Gang Atarbiyah, RT 017/RW 003, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (15/8/2026) malam. Api yang membesar membuat suasana di sekitar lokasi berubah mencekam.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.05 WIB. Dari sebuah bangunan semi permanen, api dengan cepat membesar hingga terlihat menjulang di tengah gelapnya malam. Kepulan asap tebal membumbung, sementara warga bergegas mendatangi lokasi untuk melihat sekaligus membantu mencegah kobaran meluas.

Banner Website

Lokasi kebakaran berada tidak jauh dari SDN 2 Baamang Tengah. Posisi tersebut membuat warga semakin waswas karena api berpotensi menyambar bangunan lain yang berada cukup berdekatan.

Warga pun tidak tinggal diam. Sejumlah warga berjibaku melakukan upaya awal menggunakan peralatan yang tersedia sambil menunggu petugas pemadam tiba. Situasi semakin tegang ketika api terus membakar bagian bangunan.

Begitu laporan diterima, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim langsung mengerahkan tiga armada, yakni Mobil Tangki Pemadam Kebakaran 13 serta Mobil Unit Pemadam Kebakaran 05 dan 06.

Kasi Humas Disdamkarmat Kotim, Hery Wahyudi, mengatakan petugas langsung melakukan tindakan untuk menghentikan laju kobaran.

“Api cukup cepat membesar saat petugas tiba. Karena bangunan berada di lingkungan permukiman, kami langsung fokus menguasai titik api dan membatasi pergerakan kobaran agar tidak menyambar bangunan lainnya,” kata Hery.

Bangunan yang terbakar diketahui milik Rokayah. Bangunan semi permanen tersebut berukuran sekitar 5 x 12 meter dan akhirnya ludes terbakar.

Petugas berhasil melokalisir api sekitar pukul 21.17 WIB. Kecepatan penanganan membuat kobaran tidak berkembang lebih luas meskipun empat bangunan di sekitar lokasi ikut terdampak.

Setelah api utama berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan dengan pendinginan dan penyisiran. Setiap bagian yang berpotensi menyimpan bara diperiksa untuk mencegah api kembali muncul.

“Setelah kobaran utama padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan dan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik panas yang dapat memicu kebakaran susulan,” ujarnya.

Proses pemeriksaan berlangsung hingga sekitar pukul 21.55 WIB. Operasi penanganan kemudian dinyatakan selesai sekitar pukul 22.16 WIB setelah lokasi dipastikan aman.

Kebakaran tersebut menyebabkan satu bangunan ludes terbakar dan empat bangunan lainnya terdampak. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.

“Kerugian sementara ditaksir sekitar Rp100 juta. Yang terpenting, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun korban luka,” jelas Hery.

Penanganan turut dibantu Satlantas Polres Kotim, Polsek Baamang, Satpol PP, PMI Kotim, Redkar, relawan pemadam kebakaran dan masyarakat peduli api.

Setelah situasi benar-benar aman, personel dan armada meninggalkan lokasi. Armada Disdamkarmat Kotim kemudian tiba kembali di Markas Komando sekitar pukul 22.27 WIB.

Penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui dan masih dalam pemeriksaan.

Kobaran yang sempat mengancam bangunan sekitar akhirnya berhasil dihentikan sebelum menjalar lebih jauh. Satu bangunan tidak berhasil diselamatkan, namun tindakan cepat petugas dan dukungan warga mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar di kawasan permukiman tersebut.

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *