DPC Gerindra Kotim saat membagikan ribuan masker kepada warga
SAMPIT.INDOBORNEONEWS – DPC Partai Gerindra Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat di tengah kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 7.000 masker disalurkan kepada masyarakat di Sampit dan Kecamatan Parenggean. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian untuk membantu warga menghadapi dampak asap karhutla, terutama terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari.
Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan DPC Partai Gerindra Kotim bersama anggota DPD RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Hj. Siti Aseanti atau yang akrab disapa Bidan Sean.
Penyaluran masker dilakukan secara bertahap dengan menyasar masyarakat yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla.
Sebanyak 5.000 masker dibagikan kepada masyarakat di Kota Sampit pada Selasa sore, 8 September 2026. Pembagian dilakukan secara langsung di sejumlah titik yang ramai dilalui masyarakat, di antaranya kawasan perempatan Hotel Wella, Tidar, dan KNPI Kotim.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian langsung kepada masyarakat yang setiap hari masih harus menjalankan berbagai aktivitas di tengah kondisi asap. Masker yang dibagikan diharapkan dapat membantu memberikan perlindungan tambahan, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Kepedulian itu kemudian dilanjutkan ke wilayah Kecamatan Parenggean. Pada Jumat, 11 September 2026, sebanyak 2.000 masker kembali dibagikan kepada masyarakat di kawasan Bundaran Kelurahan Parenggean.
Ketua DPC Partai Gerindra Kotim yang juga Wakil Ketua I DPRD Kotim, Juliansyah, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang saat ini harus tetap beraktivitas di tengah kondisi asap akibat karhutla.
Menurutnya, musim kemarau yang disertai kebakaran lahan di sejumlah wilayah membuat dampak asap menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama. Karena itu, Gerindra Kotim berupaya mengambil bagian melalui langkah sederhana yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Kami melihat kondisi sekarang, musim kemarau banyak terjadi kebakaran sehingga asap mengganggu kesehatan masyarakat. Karena itu, kepedulian kami adalah membagikan masker agar bisa membantu masyarakat,” ujar Juliansyah, Rabu (16/9/2026).
Ia menegaskan, bantuan tersebut bukan sekadar pembagian masker, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran dan kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak karhutla.
Menurutnya, dalam kondisi seperti saat ini, perhatian terhadap masyarakat tidak harus selalu diwujudkan melalui program besar. Langkah sederhana yang dilakukan secara langsung dan tepat sasaran juga dapat menjadi bagian dari upaya membantu warga menghadapi situasi sulit.
“Kami akan melakukan hal-hal yang bisa kami lakukan untuk membantu masyarakat. Paling tidak dengan masker ini, masyarakat memiliki perlindungan saat harus beraktivitas di tengah kondisi asap,” katanya.
Juliansyah juga menyampaikan apresiasi kepada Hj. Siti Aseanti yang turut mendukung penyaluran bantuan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara berbagai pihak sangat penting agar kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan secara nyata.
Baginya, kondisi karhutla yang berdampak pada aktivitas masyarakat membutuhkan kepedulian bersama. Pemerintah, legislatif, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, partai politik, hingga masyarakat memiliki ruang masing-masing untuk ikut membantu sesuai kemampuan.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang ikut mendukung kegiatan ini. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Setelah Sampit, Kecamatan Parenggean menjadi salah satu sasaran penyaluran bantuan. Wilayah tersebut memiliki arti khusus bagi Juliansyah karena selain merupakan bagian dari daerah pemilihan (dapil) V yang diwakilinya di DPRD Kotim, Parenggean juga merupakan daerah asalnya.
Kedekatan tersebut turut mendorong Gerindra Kotim untuk membawa kepedulian tidak hanya di kawasan perkotaan, tetapi juga mendekatkan bantuan kepada masyarakat di wilayah kecamatan.
Penyaluran masker secara langsung juga menjadi kesempatan bagi jajaran Gerindra Kotim untuk melihat kondisi masyarakat di lapangan. Warga yang menerima bantuan diharapkan dapat memanfaatkannya selama kondisi asap masih mengganggu aktivitas sehari-hari.
Juliansyah berharap semangat saling membantu dapat terus tumbuh selama Kotim masih menghadapi karhutla dan dampak asap. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja sehingga diperlukan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen.
“Kita harapkan kita bisa saling membantu, baik pemerintah daerah maupun masyarakat. Sampai saat ini kita masih menghadapi karhutla dan asap yang cukup luar biasa di Kotawaringin Timur,” ucapnya.
Ia menambahkan, Gerindra Kotim akan terus berupaya mengambil bagian dalam membantu masyarakat sesuai kemampuan yang dimiliki. Bantuan serupa juga terbuka untuk kembali disalurkan apabila dukungan dari tingkat pusat tersedia.
“Kalau nanti ada lagi bantuan dari pusat, kami akan segera membagikannya kepada masyarakat,” pungkasnya. (Sg)












