SAMPIT.Indoborneonews.– Perayaan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Tahun 2026 yang digelar di Desa Sei Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Minggu (7/6/2026), berlangsung meriah, penuh khidmat, dan sarat makna bagi umat Hindu Kaharingan setempat.
Kegiatan yang menjadi puncak rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi tersebut dihadiri sekitar 100 umat Hindu Kaharingan serta sekitar 20 tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga kalangan pendidikan.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Sei Ubar Mandiri, Andreka Setiadi S.Kom, Ketua Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Sei Ubar Mandiri Marantika, perwakilan Majelis Resort Agama Hindu Kaharingan Kecamatan Cempaga Hulu Murset, Ketua Panitia Dharma Santi Ruding, Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kabupaten Kotawaringin Timur Betly, S.Ag beserta jajaran, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur.
Turut hadir pula perwakilan Kecamatan Cempaga Hulu, Kepala SMK Bhakti Mulya Sampit bersama enam siswi, Ketua Lembaga Pengembangan Tandak Intan Kaharingan Kabupaten Kotawaringin Timur beserta anggota, serta Dosen Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya Budi Purnomo yang sekaligus memberikan Dharmawacana atau pencerahan keagamaan kepada umat.
Ketua Panitia Dharma Santi, Ruding, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini tidak hanya menjadi momentum syukur atas pelaksanaan Hari Raya Nyepi, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarumat dan pengurus lembaga keagamaan.
“Banyak hikmah yang kami peroleh dari pelaksanaan Dharma Santi kali ini. Selain meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Ranying Hatalla Langit atau Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pengurus lembaga agama dengan umat Hindu Kaharingan yang ada di Desa Sei Ubar Mandiri,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai rangkaian acara dilaksanakan, mulai dari sambutan para tokoh, penyampaian laporan panitia, Dharmawacana, hingga ramah tamah yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Selain memperkuat kehidupan beragama, Dharma Santi juga menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terjalin baik di Desa Sei Ubar Mandiri.
Panitia berharap semangat kebersamaan yang lahir melalui perayaan ini dapat terus dipelihara oleh seluruh elemen masyarakat.
“Melalui Dharma Santi ini kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi, saling menghargai, dan saling menghormati antarumat beragama sehingga kerukunan yang sudah terbangun dapat terus terjaga,” harapnya.
Sementara itu, tokoh agama dan pengurus Majelis Kelompok Agama Hindu Kaharingan Desa Sei Ubar Mandiri berharap generasi muda dapat menjadi penerus yang menjaga dan melestarikan nilai-nilai ajaran Hindu Kaharingan di tengah perkembangan zaman.
Mereka juga mendorong agar pembinaan umat terus dilakukan secara berkelanjutan oleh Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kabupaten Kotawaringin Timur, sehingga umat semakin memahami ajaran agama, aktif beribadah, serta mampu menjaga berbagai ritual dan tradisi Hindu Kaharingan sebagai warisan budaya dan spiritual yang berharga.
Dengan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang terjalin dalam Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1948 ini, umat Hindu Kaharingan di Desa Sei Ubar Mandiri berharap nilai-nilai religius, toleransi, dan pelestarian budaya dapat terus tumbuh dan menjadi fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis. (Sg)












