KSOP Kelas III Sampit mendapat penghargaan Terbaik Kedua untuk kategori UAPPA-W Sedang, satuan kerja dengan jumlah Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) sebanyak 6 hingga 15 unit.
SAMPIT.INDOBORNEONEWS– Komitmen Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang profesional dan akuntabel mendapat apresiasi. KSOP Kelas III Sampit meraih penghargaan Terbaik Kedua dalam kategori Penyusunan Laporan Keuangan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) Tahun 2025 lingkup Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Tengah.
Penghargaan tersebut diterima dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik yang diselenggarakan Kementerian Keuangan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) di Kantor Wilayah DJPb Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Kamis (27/8/2026).
Forum Konsultasi Publik dibuka langsung Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Tengah, Herry Hernawan. Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara DJPb dengan berbagai stakeholder, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang pengelolaan keuangan negara.
Dalam sambutannya, Herry Hernawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah hadir serta berpartisipasi dalam forum tersebut. Menurutnya, penguatan tata kelola keuangan negara membutuhkan sinergi dan komitmen bersama dari seluruh pihak.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dan diskusi yang disampaikan Helvita Dorojatun dan Mochamad Fajar Hidayat. Pembahasan diarahkan pada penguatan tata kelola keuangan serta peningkatan kualitas pelaksanaan anggaran.
Sebagai bagian dari komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan berita acara Forum Konsultasi Publik oleh para pihak terkait.
Di tengah kegiatan tersebut, KSOP Kelas III Sampit mendapat penghargaan Terbaik Kedua untuk kategori UAPPA-W Sedang, yakni satuan kerja dengan jumlah Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) sebanyak 6 hingga 15 unit.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas capaian KSOP Kelas III Sampit dalam menyusun laporan keuangan secara tertib, tepat, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala Kantor KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari sinergi dan kerja keras seluruh jajaran dalam menjalankan tugas, khususnya dalam pengelolaan keuangan.
“Capaian ini tidak terlepas dari sinergi, kerja keras, serta komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pengelolaan keuangan secara profesional dan akuntabel,” ujar Hotman.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi bentuk apresiasi atas capaian yang telah diraih, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh jajaran KSOP Kelas III Sampit untuk terus meningkatkan kinerja dan mempertahankan kualitas pengelolaan keuangan.
“Kami akan terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan melalui penguatan sinergi dan integritas pelayanan bersama seluruh instansi terkait, sebagai wujud komitmen dalam mendukung pelaksanaan tugas secara optimal, dengan semangat bekerja dengan hati,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan bahwa peningkatan kualitas pengelolaan keuangan negara merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pengelolaan anggaran yang baik juga menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah secara efektif dan tepat sasaran, sejalan dengan visi dan misi Presiden Republik Indonesia.
Bagi KSOP Kelas III Sampit, capaian tersebut menjadi dorongan untuk terus menjaga konsistensi dalam tata kelola keuangan sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder.
Dengan diraihnya penghargaan Terbaik Kedua tersebut, KSOP Kelas III Sampit menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kinerja, memperkuat akuntabilitas, serta membangun sinergi dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang semakin optimal. (Sg).












