SAMPIT INDOBORNEONEWS– Upaya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit. Tidak hanya mengandalkan pengawasan rutin, jajaran Lapas juga melakukan deteksi dini melalui penggeledahan blok hunian untuk memastikan lingkungan pembinaan tetap aman, tertib dan kondusif.
Langkah tersebut dilakukan melalui penggeledahan kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada Senin (10/8/2026) mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan menyasar Blok D kamar 2 dan 3 serta Blok E kamar 5 dan 9. Penggeledahan dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIB Sampit, Hadiyanto Prabowo, bersama pejabat struktural, staf KPLP, Regu 3 Pengamanan dan delapan CPNS.
Pelaksanaan berlangsung aman dan tertib dengan mengedepankan pendekatan humanis. Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan maupun keberadaan barang yang dilarang di dalam Lapas.
Dari hasil pemeriksaan, Blok E kamar 5 tidak ditemukan barang yang menjadi sasaran penggeledahan. Sementara di Blok E kamar 9 ditemukan satu kabel dan satu senjata tajam.
Kemudian di Blok D kamar 2 ditemukan satu kabel. Sedangkan di Blok D kamar 3 ditemukan satu alat pemanas rakitan serta dua alat berupa senjata tajam rakitan.
Seluruh barang hasil penggeledahan diamankan dan didata untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, mengatakan penggeledahan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi Lapas tetap aman sekaligus memberikan ruang pembinaan yang kondusif bagi warga binaan.
“Penggeledahan ini merupakan bagian dari deteksi dini dan pencegahan. Kami ingin memastikan lingkungan Lapas tetap aman, tertib dan kondusif sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berjalan dengan baik,” ujar Yani.
Menurutnya, penguatan keamanan tidak terlepas dari pendekatan humanis dan profesional yang diterapkan petugas dalam menjalankan tugas. Pemeriksaan dilakukan secara terukur dengan tetap mengedepankan penghormatan terhadap proses pembinaan.
“Kami terus mengedepankan pendekatan humanis dan profesional dalam setiap pelaksanaan pengamanan. Terhadap barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam Lapas, kami tindak sesuai ketentuan sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan bersama,” katanya.
Yani menambahkan, kegiatan penggeledahan akan terus dilakukan secara berkala sebagai langkah preventif untuk mencegah gangguan keamanan sejak dini.
Menurutnya, lingkungan yang aman dan tertib merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pembinaan. Dengan kondisi tersebut, warga binaan dapat mengikuti berbagai program pembinaan secara lebih optimal sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat.
Jajaran Lapas Sampit juga terus mendorong keterlibatan seluruh warga binaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kepatuhan terhadap tata tertib dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana pemasyarakatan yang positif.
Melalui pengawasan yang konsisten, pendekatan humanis dan penguatan deteksi dini, Lapas Kelas IIB Sampit berkomitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman sekaligus mendukung proses pembinaan yang berkelanjutan. (Sg)












