Suasana beragam lomba HUT ke-81 RI digelar di SMA Negeri 1 Cempaga, berlangsung semarak.
SAMPIT INDOBORNEONEWS – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMA Negeri 1 Cempaga, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, berlangsung semarak. Beragam kegiatan dan perlombaan digelar bukan sekadar untuk memeriahkan hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, membangun kebersamaan, dan memperkuat karakter.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama kurang lebih empat hari dan melibatkan seluruh siswa serta guru dan tenaga kependidikan (GTK). Suasana perayaan dikemas secara meriah namun tetap mengedepankan nilai pendidikan, sehingga momentum kemerdekaan dapat dirasakan seluruh warga sekolah.
Kepala SMA Negeri 1 Cempaga, Muhamad Toyep, M.Pd, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Suhardi, S.Pd, MM, mengatakan kemerdekaan perlu dimaknai lebih luas. Menurutnya, pelajar memiliki cara tersendiri untuk mengisi kemerdekaan, salah satunya melalui kesungguhan dalam belajar dan membangun karakter positif.
“Mari kita maknai kemerdekaan ini bukan hanya dengan upacara dan perayaan, tetapi dengan tindakan nyata, seperti belajar sungguh-sungguh, menjaga kedisiplinan, menghormati guru dan orang tua, serta terus mengembangkan potensi diri,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).
Berbagai perlombaan menjadi bagian utama dalam rangkaian kegiatan. Mulai dari lomba catur, Mars SMA Cempaga, permainan tradisional, memasak makanan tradisional, menyanyi duet, pidato, outbound, hingga kegiatan yang melibatkan GTK.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuan masing-masing. Namun, pihak sekolah menekankan bahwa nilai terpenting bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara.
Setiap perlombaan dirancang agar siswa belajar berkompetisi secara sehat sekaligus memahami pentingnya kerja sama. Dari kegiatan sederhana tersebut, siswa dilatih untuk berkomunikasi, menjaga kekompakan, menghargai teman, serta bertanggung jawab terhadap peran masing-masing.
“Kegiatan ini bukan sekadar mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, lomba menjadi sarana pendidikan karakter. Kami ingin siswa memahami bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi dalam banyak hal membutuhkan kerja sama, komunikasi, kekompakan, dan kemampuan menghargai orang lain,” jelasnya.
Menurut Suhardi, semangat kemerdekaan juga harus menjadi dorongan bagi generasi muda untuk terus berkembang menghadapi perubahan zaman. Terlebih, perkembangan teknologi saat ini memberikan peluang besar bagi pelajar untuk memperoleh pengetahuan dan menghasilkan berbagai karya.
Karena itu, siswa didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk kegiatan yang produktif.
“Kami berharap generasi muda, khususnya pelajar SMA Cempaga, mampu menjadikan teknologi sebagai alat untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan justru menjadi sesuatu yang menghambat perkembangan diri,” katanya.
Pihak sekolah juga mengingatkan pentingnya meningkatkan literasi dan menggunakan kecerdasan buatan secara bijak. Teknologi dinilai dapat menjadi pendukung pembelajaran apabila digunakan secara bertanggung jawab dan tetap diimbangi etika serta karakter yang kuat.
Pelajar diharapkan mampu menghasilkan karya positif, mengembangkan keterampilan, serta berprestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik. Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak hanya terlihat dalam kemeriahan kegiatan, tetapi juga tercermin dari kualitas dan sikap generasi muda.
Di sisi lain, SMA Negeri 1 Cempaga juga memiliki komitmen kuat dalam membangun budaya sekolah yang peduli terhadap lingkungan. Pada 2024, sekolah tersebut menerima penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional atas komitmennya dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan hidup di area sekolah.
Predikat tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pendidikan di sekolah tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Kepedulian terhadap lingkungan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kebiasaan hidup bersih juga menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa.
Rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di SMA Negeri 1 Cempaga pun menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai nilai tersebut. Siswa tidak hanya belajar melalui ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman bekerja sama, berkompetisi, berkreasi, dan berinteraksi dengan seluruh warga sekolah.
Sejumlah kegiatan masih dijadwalkan setelah perlombaan utama, termasuk agenda yang melibatkan GTK. Rangkaian tersebut kemudian diarahkan menuju penutupan kegiatan.
Melalui peringatan HUT ke-81 RI, SMA Negeri 1 Cempaga ingin menanamkan pesan bahwa mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dari lingkungan sekolah. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga disiplin, menghormati guru dan orang tua, peduli terhadap lingkungan, memanfaatkan teknologi secara bijak, serta berani berkarya menjadi bentuk nyata kontribusi pelajar bagi masa depan bangsa.
Dengan semangat tersebut, kemeriahan HUT Kemerdekaan di SMA Negeri 1 Cempaga tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi diharapkan meninggalkan pengalaman dan nilai positif yang terus dibawa siswa dalam kehidupan sehari-hari. (Sg).












