Semarak HUT ke-81 RI di SMA Negeri 3 Sampit, Siswa dan Guru Bersatu dalam Kreativitas

Suasana parade siswa digelar SMA N 3 Sampit dalam rangka HUT ke-81 RI

SAMPIT INDOBORNEONEWS – Semangat Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu hidup di lingkungan SMA Negeri 3 Sampit. Peringatan HUT ke-81 RI tidak berhenti setelah upacara bendera yang digelar Senin (17/8/2026), tetapi dilanjutkan dengan parade dan berbagai perlombaan yang melibatkan siswa serta guru.

Kemeriahan semakin terasa ketika puluhan kelas mengikuti parade dengan menampilkan kreativitas masing-masing. Para siswa terlihat mengenakan beragam kostum bernuansa kemerdekaan, mulai dari dominasi merah putih hingga pakaian yang mengangkat keberagaman budaya Indonesia.

Banner Website

Sepanjang parade, suasana sekolah dipenuhi sorak-sorai. Para siswa juga menyanyikan dan meneriakkan yel-yel untuk membangkitkan semangat kelompoknya. Kekompakan setiap kelas terlihat dari cara mereka berjalan bersama, menampilkan kostum, hingga menyuarakan yel-yel di hadapan juri dan warga sekolah.

Parade tersebut diikuti sekitar 30 kelas. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menunjukkan kreativitas dan kekompakan dalam mengemas penampilan bertema kemerdekaan.

Kepala SMA Negeri 3 Sampit, Mulyadi, S.Pd, M.M, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi salah satu cara sekolah mengajarkan kepada siswa tentang makna perjuangan di masa sekarang.

“Perjuangan yang saat ini berbeda dengan perjuangan para pejuang untuk membela kemerdekaan. Kalau saat ini perjuangannya untuk anak-anak adalah mengisi kemerdekaan,” ujar Mulyadi, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk meneruskan semangat para pejuang melalui pendidikan, karakter dan berbagai kegiatan positif. Karena itu, sekolah memberikan ruang kepada siswa untuk berkreasi sekaligus belajar membangun mentalitas dan rasa percaya diri.

“Untuk kegiatan parade ini banyak nuansa yang kita pergunakan, yang jelas dari berbagai macam daerah, mungkin pakaian adat, mungkin pakaian yang menunjukkan bahwa kita ini nuansanya adalah mengisi kemerdekaan. Ini salah satu yang kita siapkan untuk mentalitas generasi saat ini, karakter,” jelasnya.

Antusiasme siswa selama kegiatan juga mendapat perhatian dari pihak sekolah. Mulyadi menyebut semangat tersebut muncul secara alami dari siswa tanpa harus diarahkan secara berlebihan.

“Anak-anak saat ini memang antusias sekali. Bapak lihat sendiri, anak-anak bersorak. Kita tidak setting kamu harus begini atau kamu harus begitu. Ini memang betul murni dari anak-anak, menggunakan media ini bersama anak-anak OSIS. Ini kerja sama dari OSIS,” ungkapnya.

Semarak kemerdekaan kemudian tidak hanya menjadi milik siswa. Para guru turut ambil bagian dalam sejumlah perlombaan yang dilaksanakan secara bergantian selama dua hari.

Setelah parade siswa, kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan guru. Salah satunya permainan menggiring bola menggunakan tali yang menguji kekompakan dan koordinasi peserta.

Keterlibatan guru tersebut membuat suasana perayaan semakin cair. Guru dan siswa dapat berbaur dalam suasana yang penuh kegembiraan, sekaligus membangun kedekatan di luar kegiatan pembelajaran.

“Selain anak-anak, ada juga guru-guru yang ada lombanya. Selama dua hari ini nanti selang-seling. Anak-anak setelah parade istirahat sebentar, guru ada lomba, kemudian dilanjutkan anak-anak lagi,” kata Mulyadi.

Ia menegaskan, kebersamaan menjadi salah satu pesan penting yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk mengingat bahwa setiap orang memiliki peran dalam mengisi kemerdekaan.

“Jadi kita berbaur, tidak ada istilah aku ini yang paling hebat. Kita sama-sama, jadi masyarakat, jadi rakyat untuk mengisi kemerdekaan ini,” tegasnya.

Dengan melibatkan sekitar 30 kelas dalam parade serta guru dalam perlombaan, SMA Negeri 3 Sampit menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai ruang untuk menumbuhkan kreativitas, kekompakan dan karakter.

Kemeriahan yang terlihat bukan sekadar rangkaian hiburan. Di balik kostum, yel-yel dan berbagai perlombaan, terselip pesan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana yang membangun kebersamaan.

Bagi generasi muda, perjuangan tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata seperti para pejuang dahulu. Perjuangan kini dapat diwujudkan dengan belajar sungguh-sungguh, mengembangkan kreativitas, menjaga persatuan, membangun karakter dan memberikan prestasi terbaik bagi bangsa.

Semangat itulah yang coba dihidupkan SMA Negeri 3 Sampit dalam peringatan HUT ke-81 RI, menjadikan kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk diisi bersama melalui karya dan kebersamaan. (Sg)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *