SAMPIT INDOBORNEONEWS – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di lingkungan SMA Negeri 2 Sampit. Berbagai perlombaan digelar selama tiga hari, 12 hingga 14 Agustus 2026, dengan melibatkan seluruh warga sekolah.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa, guru, tenaga kependidikan, dan tim perpustakaan untuk memperkuat kebersamaan, kreativitas, sportivitas, serta semangat gotong royong.
Kepala SMAN 2 Sampit, Drs. Kodarahim, mengatakan rangkaian kegiatan sengaja dirancang agar seluruh warga sekolah dapat ikut merasakan kemeriahan momentum kemerdekaan.
“Peringatan HUT Kemerdekaan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami ingin menjadikannya sebagai ruang untuk membangun kebersamaan dan kegembiraan di lingkungan sekolah,” ujar Kodarahim, Kamis (13/8/2026)
Untuk siswa, terdapat enam jenis perlombaan yang disiapkan, yakni Kostum Daur Ulang, Vokal Duet Guru dan Siswa, Ranking 1, Pancing Kerupuk, Teringgiling, serta Kebersihan Kelas.
Sedangkan bagi guru, disiapkan lomba Estafet Guru dan Pancing Kerupuk. Kehadiran perlombaan khusus guru membuat suasana perayaan semakin meriah karena pendidik tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga ikut terlibat langsung dalam keseruan kegiatan.
Rangkaian perlombaan tersebut melibatkan 36 kelas dari tingkat X, XI, dan XII. Setiap kelas memiliki sekitar 38 siswa. Selain itu, sebanyak 72 orang yang terdiri dari guru, tenaga kependidikan, dan tim perpustakaan juga turut ambil bagian.
Besarnya keterlibatan tersebut menunjukkan antusiasme warga sekolah dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Setiap perlombaan menghadirkan keseruan tersendiri. Melalui Kostum Daur Ulang, misalnya, siswa ditantang menuangkan kreativitas dengan memanfaatkan bahan-bahan yang dapat didaur ulang.
Tidak hanya menghasilkan penampilan yang menarik, lomba tersebut juga membawa pesan tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara Vokal Duet Guru dan Siswa menjadi salah satu kegiatan yang memperlihatkan kedekatan antara pendidik dan peserta didik. Guru dan siswa tampil bersama, membangun keberanian serta kepercayaan diri dalam suasana yang santai dan penuh keceriaan.
Lomba Ranking 1 juga menjadi ajang bagi siswa untuk menguji pengetahuan dan ketelitian. Adapun Pancing Kerupuk dan Teringgiling menghadirkan suasana kompetitif yang menghibur sekaligus melatih ketangkasan dan keberanian peserta.
Tidak kalah penting, lomba Kebersihan Kelas menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang mendorong siswa untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan belajar mereka.
Menurut Kodarahim, seluruh perlombaan memiliki nilai pendidikan yang ingin ditanamkan kepada siswa.
Semangat nasionalisme dan cinta tanah air diharapkan tumbuh bersamaan dengan nilai gotong royong, kerja sama, sportivitas, kreativitas, disiplin, keberanian, dan tanggung jawab.
“Yang paling penting bukan hanya siapa yang menjadi juara. Ada proses belajar untuk bekerja sama, berusaha dengan sungguh-sungguh, menghargai lawan, menerima hasil dengan lapang dada, dan tetap memberikan apresiasi kepada orang lain,” katanya.
Antusiasme juga terlihat dari kekompakan setiap kelas dalam mengikuti perlombaan. Masing-masing peserta berusaha memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama kelas mereka.
Suasana tersebut membuat lingkungan sekolah menjadi lebih hidup. Siswa dapat berinteraksi dalam suasana berbeda dari kegiatan pembelajaran sehari-hari, sementara guru dan tenaga kependidikan juga turut menikmati momen kebersamaan bersama peserta didik.
Kodarahim berharap semangat yang muncul dalam rangkaian kegiatan tersebut dapat terus dibawa dalam kehidupan sekolah setelah perayaan HUT Kemerdekaan selesai.
“Semangat untuk bekerja sama, berani mencoba, menghargai orang lain, menjaga kebersihan, bertanggung jawab dan memberikan yang terbaik hendaknya terus dibawa ke dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, tim perpustakaan, serta pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.
Menurutnya, momentum kemerdekaan merupakan kesempatan untuk mengingatkan generasi muda bahwa perjuangan mengisi kemerdekaan dapat dilakukan melalui berbagai hal positif, termasuk belajar dengan sungguh-sungguh, mengembangkan kreativitas, menjaga persatuan, dan meraih prestasi.
“Kami berharap semangat kemerdekaan senantiasa tumbuh dalam diri seluruh keluarga besar SMAN 2 Sampit. Mari kita terus berkarya, berprestasi, menjaga persatuan, dan menjadi generasi yang mampu mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif dan membanggakan,” pungkas Kodarahim.
Rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI di SMAN 2 Sampit pun menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara, tetapi juga melalui kebersamaan, kreativitas, sportivitas, dan kegembiraan yang dibangun bersama di lingkungan sekolah. (Sg)












