Tumpukan sampah di kawasan Stadion 29 November Sampit
SAMPIT INDOBORNEONEWS – Tumpukan sampah menjadi sorotan warga di kawasan Stadion 29 November Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi tersebut dinilai mengganggu pemandangan sekaligus menimbulkan bau menyengat yang berpotensi mengurangi kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi.
Keluhan ini disampaikan warga yang melihat sampah menumpuk di area stadion. Warga berharap kondisi tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut dan segera mendapat penanganan dari pihak terkait.
Warga berinisial K menyampaikan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Menurutnya, keberadaan sampah yang menumpuk tidak hanya membuat kawasan terlihat kurang terawat, tetapi juga menimbulkan persoalan lain berupa bau yang cukup menyengat.
“Prihatin melihat sampah menumpuk seperti itu. Selain pemandangannya tidak baik, baunya juga menyengat,” ujar K, Senin (24/8/2026)
Menurutnya, kebersihan kawasan stadion perlu menjadi perhatian karena Stadion 29 November merupakan salah satu fasilitas publik yang cukup sering digunakan masyarakat untuk berbagai kegiatan.
Stadion yang berada di Jalan Tjilik Riwut tersebut diketahui menjadi lokasi berbagai kegiatan masyarakat dan olahraga. Pada 2026, stadion juga menjadi tempat pelaksanaan HNR Cup 2 yang diikuti puluhan tim dan menarik banyak masyarakat untuk datang menyaksikan pertandingan.
Selain kegiatan olahraga, kawasan stadion juga digunakan untuk kegiatan pemerintah dan masyarakat. Terbaru, Stadion 29 November menjadi lokasi upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.
Karena itu, warga berharap persoalan kebersihan tidak hanya menjadi perhatian ketika ada kegiatan besar. Penanganan sampah secara rutin dinilai penting agar kawasan tetap bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas.
Apalagi, sebelumnya pemerintah daerah juga telah memiliki perhatian terhadap penataan dan pengelolaan Stadion 29 November. Pemkab Kotim bahkan mewacanakan pengelolaan stadion secara lebih profesional melalui pihak ketiga setelah proses pembenahan fasilitas rampung.
Warga berharap penataan kawasan nantinya juga mencakup pengelolaan sampah, ketersediaan tempat pembuangan yang memadai, serta pembersihan secara berkala.
“Harapannya segera dibersihkan, supaya tidak semakin menumpuk dan baunya tidak mengganggu warga,” harap K.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan fasilitas publik. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola, masyarakat yang beraktivitas di kawasan stadion juga diharapkan ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. (JK)












