Antisipasi Dampak Karhutla, Puskesmas Baamang I Siapkan Masker hingga Oksigen

Kepala Puskesmas Baamang I, Fuji Wahyudi, saat memperlihatkan fasilitas diruang oksigen

SAMPIT. INDOBORNEONEWS – Puskesmas Baamang I, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

Berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, mulai dari pemantauan kasus penyakit secara rutin, penyediaan masker gratis hingga menyiapkan fasilitas oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan.

Banner Website

Kepala Puskesmas Baamang I, Fuji Wahyudi, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kasus kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), setiap pekan bahkan hingga secara harian.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan setiap perubahan kondisi kesehatan masyarakat dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah, untuk wilayah kerja Puskesmas Baamang I, kenaikan kasusnya masih cukup ringan. Tidak sampai berkali-kali lipat ataupun satu kali lipat dari minggu sebelumnya,” ujar Fuji Wahyudi, Sabtu (22/8/2026).

Berdasarkan data pemantauan, kasus ISPA memang mengalami peningkatan, namun masih dalam jumlah yang relatif kecil. Jika pada pekan sebelumnya terdapat 35 kasus, hingga pekan ini tercatat 38 kasus.

“Kalau minggu yang lalu ada 35 kasus, di minggu hari ini sampai hari ini ada 38 kasus. Jadi ada peningkatan, tetapi sekitar dua sampai tiga kasus,” jelasnya.

Selain ISPA, pihak puskesmas juga memantau kasus diare yang berpotensi meningkat seiring kondisi lingkungan. Meski ditemukan penambahan kasus, Fuji menyebut kenaikannya masih belum signifikan.

“Untuk diare juga belum signifikan, tetapi ada kasusnya. Peningkatannya sama seperti ISPA, hanya sekitar dua sampai tiga orang dalam minggu ini,” katanya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan akibat paparan asap, Puskesmas Baamang I telah menyiapkan ruang khusus oksigen.

Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan penanganan oksigen.

“Kami sudah menyiapkan ruang oksigen khusus untuk masyarakat yang membutuhkan apabila terdampak asap,” ungkap Fuji.

Kesiapan tersebut juga diperkuat dengan ketersediaan dua tabung oksigen berukuran besar. Apabila ke depan kebutuhan meningkat dan persediaan yang tersedia tidak mencukupi, pihak puskesmas memastikan akan menambah stok.

Langkah pencegahan juga dilakukan dengan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat. Pada Sabtu (22/8/2026), sekitar 500 masker kembali dibagikan.

Sebelumnya, puskesmas juga telah membagikan sekitar 800 masker kepada masyarakat. Artinya, sedikitnya sekitar 1.300 masker telah disalurkan dalam beberapa kali pembagian.

Tidak hanya melalui pembagian langsung, stok masker di Puskesmas Baamang I juga masih tersedia untuk masyarakat yang membutuhkan.

Fuji menyebut terdapat sekitar 40 kotak masker yang disiapkan sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat selama kondisi kabut asap.

“Kalau memerlukan masker, silakan datang ke puskesmas. Kalau memang perlu pengobatan, silakan datang ke puskesmas. Kami siap melayani masyarakat yang terdampak,” tegasnya.

Kesiapsiagaan tersebut bukan hanya berupa persiapan fasilitas. Tenaga kesehatan di Puskesmas Baamang I juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi warga dan perkembangan penyakit yang berkaitan dengan kualitas lingkungan.

Fuji mengungkapkan, sebelumnya terdapat seorang warga yang mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap. Pasien tersebut telah mendapatkan penanganan di puskesmas, termasuk pemberian nebulizer dan oksigen sesuai kebutuhannya.

Penanganan tersebut menjadi bagian dari kesiapan puskesmas dalam memberikan pelayanan apabila masyarakat mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi kabut asap.

Fuji pun mengimbau masyarakat tidak menunggu kondisi semakin berat apabila mulai merasakan keluhan kesehatan.

Masyarakat yang mengalami gejala ISPA, seperti batuk, pilek, sesak atau gangguan pernapasan lainnya, maupun keluhan diare, diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Apabila terdampak karhutla dan mengalami gejala ISPA ataupun diare, segera berobat ke puskesmas. Kalau membutuhkan masker juga bisa datang ke puskesmas,” imbaunya.

Menurutnya, pelayanan kesehatan tetap terbuka bagi masyarakat selama kondisi karhutla dan kabut asap berlangsung. Puskesmas Baamang I memastikan kesiapan fasilitas, obat-obatan pendukung, masker hingga oksigen sebagai bentuk perlindungan dan pelayanan kepada warga.

Dengan langkah antisipasi tersebut, masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Baamang I diharapkan tetap dapat beraktivitas dengan memperhatikan kondisi kesehatan dan mengurangi risiko paparan asap.

Puskesmas juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kesehatan, menggunakan masker ketika berada di luar ruangan serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan akibat paparan asap. (Sg)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *