SMAN 4 Sampit Bangun Karakter Siswa Baru Lewat MPLS yang Edukatif dan Ramah Anak

SAMPIT.INDOBORNEONEWS– SMAN 4 Sampit memanfaatkan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai momentum untuk membangun karakter peserta didik baru sejak hari pertama mereka memasuki jenjang pendidikan menengah atas. Selama lima hari pelaksanaan, sekolah tidak hanya mengenalkan lingkungan belajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, etika, serta budaya positif yang menjadi fondasi dalam kehidupan sekolah.

MPLS dilaksanakan pada 13–17 Juli 2026 dan diikuti sebanyak 114 peserta didik baru. Seluruh rangkaian kegiatan mengacu sepenuhnya pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 serta petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), sehingga pelaksanaannya lebih terarah dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Banner Website

Kepala SMAN 4 Sampit, Ananto Wibisono, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Sekolah mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah sehingga materi yang diberikan tidak hanya bersifat pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk kesiapan mental, karakter, dan budaya belajar peserta didik.

“Pelaksanaan MPLS kami mulai tanggal 13 sampai 17 Juli dan sepenuhnya mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 serta petunjuk teknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng. Seluruh kegiatan kami susun sesuai aturan agar tujuan MPLS benar-benar tercapai,” ujarnya.

Menurut Ananto, materi MPLS dibagi menjadi materi utama dan materi pilihan. Untuk materi utama, seluruh peserta didik mendapatkan pembekalan mengenai Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, kegiatan Pagi Ceria, kesiapsiagaan menghadapi bencana, pencegahan penyalahgunaan narkoba, hingga pendidikan mengenai etika dan sopan santun dalam menggunakan media sosial.

Ia menilai materi tersebut penting diberikan sejak awal agar peserta didik memiliki bekal karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

“Materi utama kami berikan kepada seluruh peserta didik karena menjadi dasar pembentukan karakter. Kami ingin mereka memahami pentingnya disiplin, menghormati sesama, menjaga etika, termasuk bijak dalam menggunakan media sosial,” katanya.

Selain materi utama, sekolah juga menyesuaikan materi pilihan dengan program unggulan yang dimiliki. Salah satu implementasinya ialah bekerja sama dengan Puskesmas Pasir Putih melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi seluruh peserta didik baru.

Menurut Ananto, kolaborasi tersebut menjadi bentuk perhatian sekolah terhadap kesehatan peserta didik sebagai salah satu penunjang keberhasilan proses belajar.

“Untuk narasumber dari luar, kami bekerja sama dengan Puskesmas Pasir Putih melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis. Selebihnya materi disampaikan oleh guru dan tenaga kependidikan di sekolah karena panduan pelaksanaannya sudah sangat jelas,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan guru sebagai narasumber justru memberi keuntungan tersendiri. Peserta didik baru dapat mengenal lebih dekat para pendidik, tenaga kependidikan, serta budaya yang diterapkan di SMAN 4 Sampit sehingga proses adaptasi berlangsung lebih cepat.

Lebih jauh, Ananto menegaskan bahwa tujuan utama MPLS bukan sekadar memperkenalkan gedung atau fasilitas sekolah, melainkan membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru, baik dengan teman sebaya maupun seluruh warga sekolah.

“MPLS bertujuan agar peserta didik mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara menyeluruh, bukan hanya mengenal bangunan sekolah, tetapi juga mengenal guru, tenaga kependidikan, dan budaya yang ada di sekolah,” tuturnya.

SMAN 4 Sampit juga menjadikan pembentukan sekolah ramah anak sebagai salah satu fokus utama dalam pelaksanaan MPLS. Seluruh kegiatan dirancang tanpa unsur perploncoan maupun kekerasan, serta mengedepankan suasana yang edukatif, aman, nyaman, dan menyenangkan.

“Kami ingin peserta didik merasa nyaman sejak hari pertama. Tidak ada bullying dan tidak ada kegiatan yang membuat mereka tertekan. Justru kami ingin mereka merasa bangga menjadi bagian dari SMAN 4 Sampit,” tegasnya.

Ia berharap, setelah mengikuti MPLS selama lima hari, seluruh peserta didik baru telah memiliki kesiapan mengikuti pembelajaran, memahami tata tertib sekolah, mampu membangun hubungan yang baik dengan seluruh warga sekolah, serta menerapkan budaya 7S, yakni senyum, salam, sapa, sopan, santun, semangat, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kami, ketika pembelajaran efektif dimulai mereka sudah siap belajar, memiliki fondasi karakter yang baik, memahami aturan sekolah, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, harmonis, dan menyenangkan bersama seluruh warga sekolah,” pungkas Ananto. (Sg).

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *