SMAN 2 Sampit Terapkan MPLS Ramah, Bangun Karakter dan Semangat Belajar Murid Baru

SAMPIT.INDOBORNEONEWS – SMA Negeri 2 Sampit menerapkan konsep Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada tahun ajaran 2026/2027 sebagai upaya membangun karakter, menumbuhkan semangat belajar, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi murid baru.

Kepala SMAN 2 Sampit, Kodarahim, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Teguh Karyadi, mengatakan pelaksanaan MPLS mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah serta petunjuk teknis dari pemerintah pusat dan surat edaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Banner Website

“Alhamdulillah untuk kegiatan MPLS kita mengikuti Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Jadi semuanya sesuai dengan juknis dari pemerintah pusat, kemudian juga surat edaran dari Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Teguh, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Selama pelaksanaannya, para murid baru mengikuti berbagai materi yang dirancang untuk membantu proses transisi dari jenjang SMP ke SMA sekaligus mengenalkan budaya belajar di lingkungan sekolah.

Pada hari pertama, murid diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya sekolah, serta berbagai program pendidikan yang akan mereka jalani selama menempuh pendidikan di SMAN 2 Sampit.

Selain itu, peserta MPLS juga mendapatkan materi mengenai Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, profil lulusan, penguatan karakter, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana. Materi tersebut dinilai penting mengingat Kalimantan Tengah saat ini memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Kami juga memberikan materi kesiapsiagaan menanggulangi bencana, bagaimana menghadapi kebakaran maupun banjir, termasuk pengetahuan dasar pertolongan pertama agar murid memiliki kesiapan apabila menghadapi situasi darurat,” jelasnya.

Memasuki hari ketiga pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Pada hari terakhir, para murid juga dijadwalkan mengikuti pengarahan secara daring dari Gubernur Kalimantan Tengah bersama seluruh peserta MPLS di aula sekolah.

Menurut Teguh, tujuan utama MPLS Ramah bukan hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membangun suasana belajar yang menyenangkan sehingga murid merasa aman, nyaman, dan termotivasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Sesuai petunjuk dari pemerintah pusat, masa pengenalan lingkungan sekolah ini diharapkan menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang aman dan nyaman bagi murid. Mereka memiliki motivasi belajar yang tinggi serta mampu mengembangkan bakat dan potensi selama bersekolah,” katanya.

Tahun ajaran baru ini, SMAN 2 Sampit menerima sekitar 430 murid baru yang mengikuti seluruh rangkaian MPLS hingga Jumat mendatang.

Di akhir wawancara, Teguh berpesan agar seluruh murid memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya, menjaga semangat untuk berprestasi, serta membangun karakter dan akhlak mulia selama menempuh pendidikan.

“Manfaatkan kesempatan selama belajar di sekolah ini untuk meraih prestasi setinggi-tingginya. Bangun akhlak yang mulia, karakter yang baik, dan tetap semangat belajar, bukan hanya saat MPLS tetapi selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah,” pesannya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang telah menyediakan fasilitas pembelajaran modern berupa TV interaktif di setiap ruang kelas. Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi penunjang penting dalam menciptakan proses belajar mengajar yang lebih inovatif dan menarik.

“Setiap kelas sudah dilengkapi TV interaktif sehingga proses pembelajaran menjadi lebih modern. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah atas dukungan fasilitas yang sangat menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah,” pungkasnya. (Sg)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *