MPLS Ramah SMKN 2 Sampit, Bentuk Siswa Baru Berkarakter dan Siap Hadapi Dunia Industri

SAMPIT.INDOBORNEONEWS – SMK Negeri 2 Sampit terus memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, serta kesiapan menghadapi dunia industri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 dengan mengusung konsep MPLS Ramah.

Kepala SMKN 2 Sampit, Ahmad Arifin, menyampaikan bahwa MPLS Ramah menjadi bagian penting dalam membangun fondasi awal bagi peserta didik baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara positif. Konsep MPLS Ramah mengandung nilai ramah, aman, mengasah, amanah, dan humanis yang menjadi pedoman dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Banner Website

Menurutnya, pelaksanaan MPLS saat ini mengedepankan pendekatan yang mendidik dan membangun, bukan lagi menggunakan pola lama yang bersifat perpeloncoan. Sekolah ingin memastikan seluruh siswa baru merasa nyaman, diterima, serta mampu mengenal lingkungan sekolah dengan suasana yang positif.

“Dalam MPLS Ramah ini, kita ingin menciptakan suasana yang ramah bagi seluruh siswa. Tidak ada bullying, tidak ada kata-kata negatif, dan tidak ada tindakan yang dapat memberikan tekanan kepada peserta didik. Yang kita bangun adalah rasa aman, nyaman, dan semangat untuk belajar,” ujar Arifin, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, aspek aman dalam MPLS tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga menyangkut keamanan mental dan psikologis siswa. Oleh karena itu, sekolah tidak memperbolehkan adanya bentuk kegiatan yang bersifat hukuman fisik.

“Tidak ada sanksi seperti push up atau hukuman fisik lainnya. Kalau kegiatan olahraga tentu boleh karena itu bagian dari menjaga kebugaran, tetapi bukan dalam bentuk hukuman,” tegasnya.

Begitu pula dengan kegiatan kebersihan lingkungan sekolah. Arifin menegaskan bahwa aktivitas seperti membersihkan lingkungan bukan merupakan bentuk hukuman, melainkan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter apabila dilakukan sebagai proses pembelajaran.

“Kalau membersihkan lingkungan sebagai bagian dari pendidikan lingkungan hidup, itu sangat baik. Anak-anak belajar peduli, bertanggung jawab, dan memiliki rasa memiliki terhadap sekolah. Yang tidak boleh adalah menjadikannya sebagai sanksi,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan MPLS, SMKN 2 Sampit juga menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi dari eksternal sekolah untuk memberikan pembekalan kepada peserta didik baru. Hal ini dilakukan agar siswa memiliki wawasan yang lebih luas sejak awal memasuki dunia pendidikan kejuruan.
Beberapa pihak yang dilibatkan antara lain Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, serta mitra industri.

Kehadiran BNNK Kotim bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba dan pentingnya menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif. Arifin mengatakan, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun generasi yang sehat, disiplin, dan berintegritas.

“Sejak awal siswa harus mendapatkan pemahaman tentang pencegahan narkoba. Apalagi sebelum masuk SMKN 2 Sampit, siswa juga telah melalui salah satu proses penyaringan dengan surat bebas narkoba,” katanya.

Selain itu, TNI memberikan pembinaan terkait kedisiplinan, semangat kebangsaan, dan kerja sama. Sementara BPBD Kotim memberikan edukasi mengenai mitigasi bencana, termasuk langkah pencegahan kebakaran yang menjadi salah satu perhatian di wilayah Kalimantan Tengah.

Sebagai sekolah kejuruan, SMKN 2 Sampit juga menempatkan industri sebagai bagian penting dalam proses pendidikan. Keterlibatan mitra industri dalam MPLS menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal gambaran dunia kerja sejak dini.

“Pembelajaran di SMK berbeda dengan SMP. Di sini siswa dipersiapkan memiliki keterampilan sesuai bidang keahlian dan memahami bagaimana budaya kerja yang sebenarnya,” ungkap Ahmad Arifin.

Pada tahun ajaran ini, MPLS SMKN 2 Sampit diikuti sebanyak 396 peserta didik baru yang terbagi dalam 11 kelas. Para siswa tersebut akan mengikuti pendidikan pada enam konsentrasi keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Alat Berat, Teknik Sepeda Motor, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Agribisnis Tanaman Perkebunan, serta Teknik Audio Video.
Selain pengenalan fasilitas sekolah, MPLS juga menjadi momentum bagi siswa untuk memahami budaya positif yang diterapkan di SMKN 2 Sampit. Mulai dari kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, hingga etika dalam kehidupan sehari-hari.

Ahmad Arifin mencontohkan, budaya sederhana seperti mendorong kendaraan saat memasuki area gerbang sekolah serta membiasakan mengambil dan membuang sampah pada tempatnya merupakan bagian dari pembentukan karakter siswa.

“Yang ingin kita bangun bukan hanya siswa yang pintar secara akademik maupun keterampilan, tetapi juga memiliki sikap dan karakter yang baik. Mereka harus mengenal sekolah secara fisik maupun budaya yang ada di dalamnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, seluruh program yang dijalankan SMKN 2 Sampit diarahkan untuk mewujudkan visi sekolah, yakni mencetak alumni yang unggul dalam karakter, unggul dalam wawasan, unggul dalam karya, dan unggul dalam prestasi.

“Kami mengucapkan selamat bergabung kepada seluruh siswa baru SMK Negeri 2 Sampit. Jadikan sekolah ini sebagai tempat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Ikuti seluruh proses dengan hati gembira, langkah yang mantap, dan terus kembangkan potensi diri,” pesan Arifin.

Melalui MPLS Ramah, SMKN 2 Sampit menegaskan perannya sebagai sekolah vokasi yang tidak hanya menyiapkan tenaga kerja terampil, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, beretika, dan siap bersaing di dunia industri. (Sg)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *