SAMPIT INDOBORNEONEWS – SMAN 1 Sampit terus memperkuat komitmennya mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, sehat, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Komitmen tersebut mulai dibangun sejak hari pertama peserta didik menginjakkan kaki di sekolah melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dirancang lebih edukatif, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Bagi SMAN 1 Sampit, MPLS bukan sekadar agenda tahunan untuk memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi fondasi awal dalam membentuk budaya belajar yang positif, menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah, serta mempersiapkan siswa agar mampu berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Kepala SMAN 1 Sampit, Mohamad Darma Setiawan, mengatakan seluruh rangkaian MPLS sengaja disusun agar memberikan manfaat nyata bagi peserta didik. Menurutnya, sekolah ingin memastikan setiap siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, mengenal sistem pembelajaran, serta memahami nilai-nilai yang menjadi budaya di SMAN 1 Sampit.
“Tujuan MPLS adalah mempersiapkan siswa agar siap mengikuti pembelajaran di lingkungan sekolah yang baru. Kami ingin kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat sehingga anak-anak mengenal lingkungan sekolah, mengenal fasilitas belajar, bapak dan ibu guru, serta tenaga kependidikan yang akan mendampingi mereka selama menempuh pendidikan di sini,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Ia menjelaskan, perpindahan dari jenjang SMP menuju SMA bukan hanya perubahan tingkat pendidikan, tetapi juga perubahan cara belajar. Di SMA, peserta didik mulai diarahkan untuk lebih mengenali minat, bakat, dan potensi diri sehingga mampu menentukan arah pengembangan kompetensi sejak dini.
Karena itu, menurutnya, siswa perlu memahami strategi belajar yang efektif agar mampu mengikuti proses pembelajaran yang semakin menuntut kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan bertanggung jawab.
“Di SMA pembelajaran sudah mulai mengarah pada penguatan kompetensi sesuai bidang yang diminati. Karena itu sejak awal mereka harus mengenali cara belajar yang tepat agar potensi yang dimiliki bisa berkembang secara maksimal,” katanya.
Selain menyiapkan siswa secara akademik, sekolah juga memberikan perhatian besar terhadap pembentukan karakter. Darma menegaskan bahwa SMAN 1 Sampit telah lama menerapkan konsep MPLS Ramah Anak yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam proses pendidikan.
Ia menolak praktik-praktik lama yang identik dengan perpeloncoan, penggunaan atribut tidak mendidik, maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis bagi peserta didik baru.
Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga siswa merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah sejak hari pertama.
“Kami ingin anak-anak menikmati proses pengenalan sekolah dengan suasana yang positif. Mereka datang untuk belajar, membangun mimpi, dan mengembangkan potensinya, bukan untuk mengikuti kegiatan yang tidak memiliki nilai pendidikan,” tegasnya.
Nilai-nilai yang diperkenalkan selama MPLS pun tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Sekolah akan mengintegrasikan materi tersebut ke dalam proses pembelajaran setiap hari.
Budaya disiplin, tata tertib, pencegahan perundungan, etika bermedia sosial, semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, hingga pembentukan karakter positif akan terus dibiasakan melalui kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas sekolah.
Guru juga didorong menjadi teladan bagi peserta didik dengan menghadirkan lingkungan belajar yang kondusif, komunikatif, dan menghargai setiap perbedaan.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMAN 1 Sampit juga menghadirkan inovasi melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada dua hari Pra MPLS. Program tersebut merupakan hasil kerja sama sekolah dengan tenaga kesehatan sebagai langkah deteksi dini terhadap kondisi kesehatan peserta didik baru.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 342 siswa baru, ditemukan sekitar 60 peserta didik yang memerlukan tindak lanjut karena memiliki indikator kesehatan seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah tinggi, maupun kolesterol.
Darma mengatakan temuan tersebut menjadi perhatian serius sekolah karena kesehatan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses belajar.
“Kami akan mengundang orang tua siswa untuk mendapatkan penjelasan langsung dari tenaga kesehatan. Sekolah membantu mengidentifikasi kondisi awal, kemudian orang tua bersama petugas kesehatan akan menentukan langkah penanganan yang tepat sehingga anak-anak dapat belajar dengan kondisi yang lebih baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan keluarga menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan. Oleh karena itu, komunikasi antara sekolah dan orang tua akan terus diperkuat melalui paguyuban kelas maupun berbagai forum koordinasi lainnya.
Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 1 Sampit Bidang Kesiswaan, Tinduh, menjelaskan rangkaian kegiatan tahun ini berlangsung selama tujuh hari, terdiri atas dua hari Pra MPLS dan lima hari MPLS yang diikuti sebanyak 342 peserta didik baru.
Berbagai materi diberikan secara bertahap, mulai dari pengenalan sekolah, wawasan Wiyata Mandala, budaya positif, penggunaan internet dan media sosial secara sehat, profil lulusan, kesiapsiagaan bencana, literasi membaca, numerasi, eksplorasi minat dan bakat, motivasi belajar, bahaya judi online, hingga penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, seluruh materi tersebut akan terus diperkuat melalui pembiasaan di kelas, observasi, monitoring, evaluasi, serta komunikasi aktif dengan orang tua sehingga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama MPLS benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik.
“Harapan kami, siswa tidak hanya mengenal sekolah, tetapi memiliki kesiapan mental dan fisik, disiplin, bertanggung jawab, mandiri, berkarakter, serta mampu meraih prestasi sesuai potensi yang dimiliki,” kata Tinduh.
Melalui berbagai program tersebut, Sekolah yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimatan Tengah itu optimistis MPLS menjadi titik awal lahirnya generasi pembelajar yang berintegritas, berdaya saing, adaptif terhadap perubahan, serta siap mengharumkan nama sekolah melalui prestasi akademik maupun nonakademik di tingkat daerah, nasional, hingga internasional. (Sg).












