Pembelajaran Tetap Berjalan di Tengah Kabut Asap, SMAN 4 Sampit Terapkan PJJ, Utamakan Keselamatan Siswa

Kepala SMAN 4 Sampit, Ananto Wibisono, S.Pd.

SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mendorong SMAN 4 Sampit melakukan penyesuaian pola pembelajaran. Sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah, namun memastikan proses pendidikan bagi peserta didik tetap berjalan.

Penerapan PJJ dimulai sejak Senin, 31 Agustus 2026, sebagai tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 400.3.13.1/4747/DISDIK.SET.03/2026 yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026.

Banner Website

Surat edaran tersebut mengarahkan satuan pendidikan di wilayah yang terdampak kabut asap dengan kondisi kualitas udara kategori tidak sehat hingga berbahaya untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau pembelajaran daring.

Bagi SMAN 4 Sampit, kebijakan tersebut tidak sekadar memindahkan aktivitas belajar dari sekolah ke rumah. Sekolah juga menyiapkan mekanisme agar kegiatan pembelajaran tetap terarah, terpantau, dan menyesuaikan kondisi masing-masing peserta didik.

Kepala SMAN 4 Sampit, Ananto Wibisono, S.Pd., mengatakan pihaknya bergerak cepat melakukan koordinasi bersama para guru setelah menerima surat edaran tersebut.

“Pada 31 Agustus pagi, sebelum kegiatan pembelajaran dimulai, kami langsung mengumpulkan Bapak dan Ibu Guru untuk berkoordinasi terkait tindak lanjut surat edaran. Dari hasil koordinasi itu, kami merumuskan bagaimana pembelajaran tetap dapat dilaksanakan secara efektif meskipun dilakukan secara daring,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Koordinasi tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan mekanisme pelaksanaan PJJ. Para guru diarahkan tetap menjalankan pembelajaran sesuai jadwal sekaligus memperhatikan kondisi dan kemampuan peserta didik dalam mengikuti kegiatan secara daring.

Dengan pengaturan tersebut, sekolah memastikan PJJ tetap berjalan sesuai jadwal dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Penyesuaian dilakukan pada metode, media maupun beban tugas agar kegiatan belajar tetap efektif tanpa mengabaikan kondisi peserta didik selama kabut asap.

Guru menyesuaikan metode serta beban tugas dengan kondisi siswa. Dalam pelaksanaannya, sekolah memanfaatkan Kelas Huma Betang dan berbagai media digital yang interaktif untuk mendukung proses pembelajaran dari rumah.

Selain pelaksanaan pembelajaran, guru tetap melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kegiatan PJJ. Setiap pelaksanaan pembelajaran juga dilaporkan setiap hari melalui laman kelashumabetang.id, khususnya pada bagian Posko Karhutla. Laporan tersebut menjadi bagian dari pemantauan pelaksanaan PJJ oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

Sekolah juga mengingatkan siswa agar tetap menjaga kesehatan selama belajar dari rumah. Orang tua turut diharapkan berperan dalam memantau kegiatan belajar anak sehingga proses pembelajaran tetap berlangsung secara teratur.

“Kami mengarahkan anak-anak agar tetap mengikuti pembelajaran sesuai jadwal yang sudah disiapkan sekolah dan tetap menjaga kesehatan selama berada di rumah. Kepada orang tua, kami juga mengimbau agar memantau kegiatan belajar anak selama pembelajaran daring,” katanya.

Untuk memastikan pembelajaran dari rumah tetap berjalan secara optimal, SMAN 4 Sampit menerapkan pemantauan dan evaluasi harian. Setiap guru mata pelajaran melakukan absensi ketika pembelajaran berlangsung. Data kehadiran kemudian dilaporkan melalui grup sekolah dan direkap oleh pihak sekolah.

Pemantauan dilakukan pada setiap pergantian mata pelajaran sehingga sekolah memiliki gambaran mengenai tingkat partisipasi peserta didik dalam kegiatan PJJ. Data tersebut sekaligus membantu sekolah mengetahui apabila terdapat siswa yang mengalami kendala dalam mengikuti pembelajaran daring.

“Setiap guru mata pelajaran melakukan absensi. Setelah pembelajaran berlangsung, laporan dikirimkan ke grup sekolah pada setiap pergantian mata pelajaran. Kemudian pada sore hari kami melakukan rekapitulasi untuk melihat berapa banyak siswa yang mengikuti pembelajaran pada hari itu,” jelas Ananto.

Dalam pelaksanaan PJJ, SMAN 4 Sampit menggunakan sejumlah metode dan platform pembelajaran. Guru diberikan ruang untuk menyesuaikan media yang digunakan dengan karakteristik mata pelajaran maupun kondisi peserta didik.

Platform yang digunakan antara lain Rumah Belajar, Google Meet, WhatsApp, Google Classroom hingga penugasan mandiri.

Penggunaan berbagai metode tersebut menjadi bentuk fleksibilitas sekolah karena tidak semua peserta didik memiliki akses internet dan ketersediaan paket data yang sama.

“Kalau ada anak yang terkendala paket data untuk mengikuti Google Meet, kami tidak memaksakan. Pembelajaran bisa dilakukan melalui WhatsApp, Classroom atau penugasan mandiri. Kami menyesuaikan dengan kebutuhan siswa agar mereka tetap bisa mengikuti pembelajaran,” tuturnya.

Dengan pola tersebut, sekolah berupaya memastikan keterbatasan akses tidak menghilangkan kesempatan siswa untuk mengikuti kegiatan belajar. Guru mata pelajaran juga tetap melakukan pemantauan terhadap kehadiran dan keterlibatan peserta didik sesuai metode yang digunakan.

Selain memantau pelaksanaan PJJ, sekolah melakukan evaluasi setiap hari untuk menentukan pola pembelajaran berikutnya. Evaluasi tersebut mempertimbangkan hasil pelaksanaan pembelajaran, kehadiran siswa serta perkembangan kondisi kualitas udara di wilayah Sampit.

Ananto mengatakan informasi mengenai indeks kualitas udara melalui ISPU menjadi salah satu acuan sekolah dalam menentukan pola pembelajaran pada hari berikutnya.

“Setiap hari kami melakukan evaluasi. Sekitar pukul 14.00 WIB kami berdiskusi untuk menentukan pola pembelajaran pada hari berikutnya. Perkembangan indeks kualitas udara menjadi salah satu acuan kami, selain melihat kondisi secara keseluruhan,” ungkapnya.

Dengan evaluasi harian, sekolah dapat menyesuaikan langkah berdasarkan perkembangan kondisi terbaru. Pola pembelajaran tidak ditentukan secara kaku, tetapi terus dievaluasi sesuai keadaan di lapangan.

“Keamanan dan kesehatan menjadi prioritas kami. Karena itu, pelaksanaan pembelajaran akan terus kami evaluasi sesuai perkembangan kondisi udara dan situasi di lapangan,” tegasnya.

Di tengah penerapan PJJ, SMAN 4 Sampit tetap berharap kondisi kabut asap segera teratasi sehingga kualitas udara kembali membaik dan pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan secara normal.

Menurut Ananto, PJJ merupakan bentuk penyesuaian sekolah agar kegiatan pendidikan tidak terhenti sekaligus tetap memberikan ruang yang lebih aman bagi peserta didik selama kondisi udara belum mendukung pembelajaran di sekolah.

“Harapan kami tentu kabut asap ini segera teratasi dan kualitas udara semakin membaik sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat kembali berlangsung secara tatap muka,” katanya.

Ia menilai pembelajaran tatap muka tetap memiliki peran penting dalam proses pendidikan karena sekolah tidak hanya menjadi tempat penyampaian materi, tetapi juga ruang interaksi antara guru dan peserta didik.

Meski demikian, kondisi saat ini membuat sekolah perlu mengambil langkah adaptif. PJJ menjadi salah satu upaya untuk menjaga kesinambungan proses belajar sambil menunggu kondisi lingkungan kembali mendukung.

“Pembelajaran daring merupakan upaya agar proses belajar tetap berjalan dalam kondisi seperti sekarang. Namun, sebagai institusi pendidikan, kami tidak hanya memberikan pembelajaran, tetapi juga pendidikan. Karena itu, kami berharap ketika kondisi sudah membaik, seluruh proses pendidikan dan pembelajaran dapat kembali dilaksanakan secara langsung di sekolah,” pungkasnya.

Melalui pola pembelajaran yang fleksibel, pemantauan kehadiran, evaluasi setiap hari serta perhatian terhadap kondisi kualitas udara, SMAN 4 Sampit berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan proses pendidikan dan perlindungan terhadap peserta didik.

Kondisi kabut asap tidak menghentikan aktivitas belajar siswa. Dengan dukungan guru dan orang tua, sekolah terus berupaya memastikan peserta didik tetap mendapatkan layanan pendidikan, sembari mengutamakan kesehatan dan keselamatan hingga kondisi udara kembali membaik. (Sg)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *