Air Sungai Mulai Asin, PDAM Kotim Salurkan 150 Ribu Liter Air Bersih ke 9 Desa Wilayah Selatan

Direktur PDAM Kotim, Ismanadi, beserta jajaran saat menyalurkan air bersih di wilayah selatan Kotim

SAMPIT INDOBORNEONEWS– Kemarau panjang mulai memengaruhi ketersediaan air tawar di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi tersebut terutama dirasakan masyarakat di wilayah selatan, termasuk Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit.

Banner Website

Perubahan kondisi air sungai mulai dirasakan masyarakat. Air yang sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari kini mengalami perubahan rasa dan warna, bahkan mulai terasa payau hingga asin.

Merespons kondisi tersebut, Perumdam Tirta Mentaya (PDAM) Kotim bergerak menyalurkan air bersih kepada masyarakat terdampak. Hingga saat ini, sekitar 150 ribu liter air bersih telah disalurkan ke sembilan desa di wilayah selatan.

Direktur PDAM Kotim, Ismanadi, mengatakan wilayah selatan menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian karena sumber air masyarakat mulai terdampak kondisi kemarau.

“Dampaknya terutama kepada masyarakat yang berada di selatan Kota Sampit, wilayah Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit. Kondisi air sungai saat ini sudah mengalami perubahan rasa dan warna, air menjadi asin dan rasa air payau sudah masuk,” kata Ismanadi, Selasa (11/8/2026).

Distribusi air bersih tersebut masih terus dilakukan. Perumdam berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat secara bertahap agar warga tidak terlalu lama mengalami kesulitan memperoleh air tawar.

Pelayanan dilakukan dengan membangun komunikasi langsung bersama masyarakat melalui pemerintah kecamatan, kelurahan dan pemerintah desa. Pola tersebut dipilih agar informasi mengenai kebutuhan air bersih dapat diterima lebih cepat sehingga distribusi dapat segera diarahkan ke wilayah yang membutuhkan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebutuhan dasar masyarakat di tengah kemarau panjang. Terlebih, Kotim saat ini juga menghadapi peningkatan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemerintah Kabupaten Kotim telah menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla selama 28 hari, terhitung sejak 30 Juli hingga 26 Agustus 2026. Kondisi tersebut mendorong seluruh pihak memperkuat penanganan dampak kemarau, termasuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.

Ismanadi menegaskan Perumdam akan terus berupaya memberikan pelayanan maksimal selama masyarakat membutuhkan dukungan air bersih. Distribusi dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah.

“Kami hanya ingin melayani masyarakat dengan sepenuh hati, dengan setulus hati, semaksimal mungkin, sehingga masyarakat tidak mengeluh terlalu lama terhadap lambatnya distribusi air bersih,” tegasnya.

Distribusi air bersih diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak perubahan kualitas sumber air. PDAM Kotim melalui Perumdam Tirta Mentaya juga memastikan pelayanan akan terus diupayakan selama kondisi kemarau masih berlangsung.

Upaya tersebut menjadi bentuk respons nyata dalam menjaga akses masyarakat terhadap air bersih, sekaligus memperkuat pelayanan publik di tengah kondisi musim kemarau yang cukup berat. (Sg)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *