SAMPIT INDOBORNEONEWS – Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong adanya langkah serius dan terencana untuk mengatasi persoalan air bersih yang hampir setiap tahun muncul di wilayah selatan saat musim kemarau.
Ketua Komisi IV DPRD Kotim, Hj. Mariani, mengatakan persoalan tersebut bukan lagi kejadian yang bersifat insidental. Setiap memasuki musim kemarau, sejumlah masyarakat di wilayah selatan kembali menghadapi keterbatasan air bersih sehingga membutuhkan penanganan dari pemerintah.
Menurutnya, Komisi IV DPRD Kotim selama ini selalu mendukung upaya pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Namun, ia menyayangkan belum adanya pembahasan khusus bersama pihak Perumdam Tirta Mentaya mengenai langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi persoalan tersebut secara jangka panjang.
“Untuk kebutuhan air bersih yang setiap kemarau selalu terjadi, sebenarnya kami dari Komisi IV yang bermitra selalu men-support untuk hal itu. Namun yang aneh, pihak PDAM tidak pernah sekalipun datang untuk membicarakan solusi itu kepada kami,” kata Mariani, Kamis (13/8).
Ia menilai komunikasi antara DPRD dan pihak pengelola layanan air bersih sangat penting. Berbagai kebutuhan, kendala maupun rencana penanganan yang diperlukan di lapangan dapat disampaikan sehingga DPRD bersama pemerintah daerah dapat membahas langkah yang tepat.
Mariani mengatakan, pihak pengelola air bersih seharusnya dapat menyampaikan apa saja yang dibutuhkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama wilayah yang setiap tahun mengalami kesulitan air bersih ketika kemarau.
“Semestinya pihak mereka bisa mengajukan apa yang diinginkan masyarakat, bisa disampaikan kepada kami. Kemudian kita bersama-sama mengajukan apa saja yang baik dilakukan sebagai solusi apabila musim kemarau datang,” ujarnya.
Politisi Golkar Kotim ini menegaskan, hingga saat ini Komisi IV DPRD Kotim belum pernah melakukan pembahasan khusus terkait solusi jangka panjang persoalan air bersih di wilayah selatan bersama pihak PDAM.
Selama ini, kata Mariani, justru anggota DPRD yang berada di wilayah selatan yang lebih sering berupaya mencari solusi sementara ketika masyarakat mulai kesulitan memperoleh air bersih.
Padahal, persoalan tersebut hampir selalu berulang setiap tahun. Karena itu, menurutnya, penanganan tidak seharusnya hanya dilakukan ketika kondisi sudah darurat, tetapi harus dipersiapkan sejak sebelum musim kemarau tiba.
“Jadi sampai saat ini kami belum pernah membahasnya, karena hanya kawan-kawan dewan yang ada di wilayah selatan yang selalu berusaha mencari solusi sementara. Sementara hampir setiap tahun masalah air bersih itu pasti datang,” jelasnya.
Mariani berharap pemerintah daerah dapat mengambil peran lebih besar dengan mempertemukan pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan tersebut secara menyeluruh.
Menurutnya, diperlukan perencanaan yang matang untuk memastikan masyarakat di wilayah selatan tetap mendapatkan akses air bersih meskipun musim kemarau berlangsung cukup panjang.
“Harapan kami, pemerintah daerah juga harus bisa bersama kami mencari solusi jangka panjang dan serius untuk hal tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD Kotim pada prinsipnya siap mendukung berbagai upaya yang bertujuan meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat. Namun, dukungan tersebut perlu disertai komunikasi dan perencanaan yang jelas dari pihak terkait.
Dengan adanya pembahasan bersama sejak awal, diharapkan pemerintah daerah dan pengelola layanan air bersih dapat menyiapkan langkah antisipasi sebelum musim kemarau berlangsung. Sehingga masyarakat tidak terus-menerus menghadapi persoalan yang sama dan hanya mengandalkan bantuan air bersih sementara setiap tahun. (Sg)












