SAMPIT.Indoborneonews – Suasana hari pertama masuk sekolah di SMK Negeri 4 Sampit yang berlokasi di Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), diwarnai hujan lebat, Senin (30/2/2026). Meski demikian, semangat guru dan siswa untuk kembali menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap tinggi.
Kepala SMKN 4 Sampit, Rusliharyanti, menyampaikan bahwa kondisi cuaca sempat memengaruhi sejumlah agenda sekolah, termasuk kegiatan halal bihalal yang akhirnya harus ditunda.
“Suasana hari pertama masuk sekolah memang diiringi hujan lebat. Tapi Alhamdulillah, guru dan siswa tetap semangat masuk. Untuk kegiatan halal bihalal kita tunda dan direncanakan dilaksanakan hari Senin depan di lapangan setelah upacara bendera,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hari pertama sekolah lebih difokuskan pada penyesuaian setelah libur panjang. Kegiatan diawali dengan pembersihan lingkungan kelas serta pengecekan kehadiran siswa.
“Karena libur cukup panjang, hari pertama itu kita lakukan pembersihan ruangan kelas, kemudian absensi, sekaligus persiapan untuk memulai KBM,” jelasnya.
Meski sebagian siswa yang berasal dari luar Kota Sampit sempat mengalami keterlambatan akibat hujan lebat, namun secara umum kegiatan belajar tetap berjalan.
“Memang ada beberapa siswa dari daerah jauh yang terlambat karena hujan, tapi tetap semangat mengikuti pelajaran,” tambahnya.
Rusliharyanti menegaskan bahwa pada hari pertama, kegiatan belajar sudah langsung dimulai. Selain itu, wali kelas juga memberikan pengarahan kepada siswa untuk kembali beradaptasi dengan rutinitas sekolah.
“Kegiatan KBM sudah berjalan sejak hari pertama. Diawali dengan bersih-bersih, pengarahan dari wali kelas, kemudian masuk seperti biasa,” katanya.
Dalam masa adaptasi ini, sekolah tetap menerapkan disiplin seperti hari-hari normal. Rutinitas apel pagi, pendataan siswa terlambat, hingga pembinaan tetap dilakukan guna membangun kembali kedisiplinan siswa.
“Anak-anak yang terlambat tetap didata dan dibina. Yang rambutnya gondrong juga kita arahkan untuk dirapikan. Ini bagian dari adaptasi agar siswa kembali siap mengikuti kegiatan sekolah,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa selama satu minggu pertama, sekolah mengombinasikan kegiatan belajar dengan penyesuaian disiplin siswa, termasuk penataan kerapian dan kebersihan.
“Dalam minggu ini kita sambil belajar sekaligus adaptasi. Misalnya ada siswa yang rambutnya tidak rapi, kita koordinasikan dengan kesiswaan untuk dirapikan,” ungkapnya.
Selain itu, pihak sekolah juga terus memberikan arahan kepada guru dan siswa agar tidak kehilangan momentum belajar di awal masuk sekolah.
“Kita sudah ingatkan jauh-jauh hari agar kehadiran tepat waktu dan tidak ada kehilangan jam belajar di minggu pertama,” katanya.
Dari sisi pengawasan, pihak sekolah juga memastikan seluruh aktivitas berjalan optimal, baik melalui apel pagi maupun pemantauan langsung di kelas.
“Kalau saat apel guru wali tidak hadir akan terlihat. Begitu juga di kelas, kalau siswa berkeliaran berarti ada yang perlu kita evaluasi. Jadi komitmen itu kita lihat dari aktivitas di lapangan,” jelasnya.
Rusliharyanti juga membuka ruang bagi masyarakat untuk turut memantau jalannya kegiatan pendidikan sebagai bagian dari transparansi dan peningkatan mutu.
“Kami terbuka terhadap masukan. Pendidikan ini tanggung jawab bersama, ada sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Jadi silakan memberikan masukan untuk perbaikan,” pungkasnya. (Redaksi)












