Vidio Diduga Arogansi Asisten Kebun PT. Karya Makmur Bahagia (KMB) Viral, KSPSI Kotim Angkat Bicara

SAMPIT.Indoborneonews.com – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu perhatian publik setelah memperlihatkan seorang pria mengenakan baju putih dan celana jeans yang diduga merupakan asisten di salah satu perusahaan perkebunan di wilayah Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Dalam video yang beredar di Facebook dan WhatsApp tersebut, pria itu diduga memperlihatkan sikap yang dinilai arogan dan tidak manusiawi saat berada di lingkungan kerja perkebunan. Rekaman itu kemudian cepat menyebar dan menimbulkan beragam reaksi dari masyarakat, terutama terkait etika hubungan kerja di lapangan.

Sejumlah warganet menyoroti pola komunikasi antara pimpinan lapangan dan pekerja yang dinilai perlu lebih humanis dan profesional, mengingat pekerjaan di sektor perkebunan kerap menuntut fisik yang tinggi dan bekerja di bawah tekanan target produksi.

Menanggapi viralnya video tersebut, Humas DPC KSPSI Kotawaringin Timur, Joko Sriwahyono, menyampaikan keprihatinan dan menyayangkan adanya dugaan tindakan yang dinilai tidak mencerminkan hubungan industrial yang sehat.

Ia menegaskan bahwa pekerja di lapangan memiliki keterbatasan fisik dan bukanlah alat produksi yang bisa dipaksa bekerja tanpa memperhatikan kondisi mereka.

“Pekerja itu manusia, bukan robot. Mereka memiliki batas kemampuan. Jika sudah lelah, tentu harus ada pertimbangan, bukan justru dipaksa demi mengejar target atau premi, dan para pekerja harus diperlakukan seperti layaknya manusia” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Menurut KSPSI Kotim, kejadian seperti ini harus menjadi perhatian serius bagi perusahaan perkebunan agar lebih memperkuat pengawasan internal serta membangun komunikasi yang lebih baik antara atasan dan pekerja di lapangan.

Humas DPC KSPSI KOTIM tersebut juga mendorong agar perusahaan dapat mengevaluasi pola kerja yang berpotensi menimbulkan tekanan berlebihan kepada pekerja, termasuk sistem target yang dianggap terlalu ketat di lapangan.

Berasarkan keterangan sumber terpercaya, Peristiwa ini terjadi di kawasan PT KMB pada 31 Mei, yang merupakan salah satu wilayah aktivitas perkebunan di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak PT KMB belum memberikan keterangan resmi terkait video yang beredar tersebut, meski isu ini terus menjadi perbincangan di media sosial dan lingkungan pekerja (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *