Suasana beragam lomba HUT ke-81 RI digelar di SMKN 4 Sampit, berlangsung semarak.
SAMPIT INDOBORNEONEWS – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di SMKN 4 Sampi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah, berlangsung semarak. Beragam perlombaan tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga diikuti para guru dan tenaga kependidikan sehingga menciptakan suasana kebersamaan seluruh warga sekolah.
Rangkaian kegiatan dikemas melalui berbagai perlombaan dan penampilan yang bertujuan memeriahkan momentum kemerdekaan sekaligus menumbuhkan nasionalisme, sportivitas, kebersamaan serta mengembangkan bakat dan minat siswa.
Kepala SMKN 4 Sampit, Rusli Haryanti, S.P., M.Pd., mengatakan momentum HUT Kemerdekaan menjadi kesempatan bagi siswa untuk memahami kembali perjuangan para pahlawan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa.
Menurutnya, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman.
“Kalau zaman dulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan dengan menumpahkan darah dan mengorbankan segalanya. Generasi sekarang mengisi kemerdekaan dengan belajar lebih giat dan lebih baik,” ujarnya, Jum’at (21/8/2026).
Semarak perayaan semakin terasa karena para guru juga turut ambil bagian dalam sejumlah perlombaan. Keterlibatan guru membuat kegiatan berlangsung lebih meriah sekaligus memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan dan kebersamaan tidak hanya menjadi milik siswa.
Guru dan siswa dapat berbaur dalam suasana yang lebih santai di luar kegiatan pembelajaran. Momen tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara guru dan siswa serta membangun kekompakan seluruh warga sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Sugiati, S.Pd., menjelaskan sejumlah perlombaan digelar untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengembangkan kemampuan sekaligus membangun suasana kebersamaan.
Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain estafet tepung, balon sarung, Mobile Legends, catur dan futsal. Selain kegiatan internal sekolah, siswa juga mengikuti perlombaan yang digelar pihak eksternal.
“Kalau untuk olahraga dan catur, tujuannya juga mengasah kemampuan siswa. Catur misalnya, bisa menjadi bagian dari latihan karena sekarang ada OSN. Jadi kemampuan siswa yang biasanya hanya digunakan saat bermain bisa ditunjukkan melalui perlombaan,” jelasnya.
Menurut Sugiati, tidak semua perlombaan berorientasi pada prestasi. Sejumlah permainan sengaja dibuat sebagai hiburan untuk memeriahkan HUT RI sekaligus mempererat hubungan antarsiswa dan seluruh warga sekolah.
Lebih dari itu, kegiatan perlombaan diharapkan mampu membentuk mental siswa agar terbiasa berkompetisi secara sehat. Siswa yang belum berhasil menjadi juara didorong untuk menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi dan motivasi untuk meningkatkan kemampuan.
“Harapan kami anak-anak terbiasa berkompetisi, tetapi tetap memiliki sifat saling menghargai dan mengakui kemampuan teman. Kalau tidak mendapat juara, mereka mau belajar lagi supaya bisa meraih prestasi ke depannya. Kalau mendapat juara, jangan merasa lebih bagus dari orang lain,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Bina Gunari, S.Pd.K., melihat antusiasme siswa dan guru dalam mengikuti rangkaian kegiatan cukup tinggi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum yang ditunggu karena memberikan kesempatan kepada warga sekolah untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menikmati suasana kebersamaan.
“Kami memberikan ruang untuk mereka menampilkan bakat dan minat. Kami lihat memang ini momen yang ditunggu-tunggu. Mereka tampil maksimal karena memang keinginan dan inisiatif mereka sendiri,” ungkapnya.
Ia menyebut, sejumlah penampilan seperti pencak silat dan tari turut ditampilkan dalam rangkaian kegiatan. Para siswa tidak hanya menjadi peserta perlombaan, tetapi juga terlibat dalam menyiapkan dan menampilkan potensi mereka.
Dalam pelaksanaannya, guru berperan memberikan arahan dan memastikan kegiatan berjalan tertib. Namun, pada sejumlah perlombaan guru juga ikut turun langsung sebagai peserta. Kehadiran guru dalam arena perlombaan membuat suasana semakin akrab dan penuh keceriaan.
Rangkaian kegiatan internal tersebut berlangsung selama beberapa hari setelah pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI. Beberapa cabang olahraga dilaksanakan di luar lingkungan sekolah dengan tetap mendapat pendampingan dari pelatih.
SMKN 4 Sampit saat ini memiliki sekitar 543 siswa. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, sekolah berharap momentum kemerdekaan dapat menjadi pengalaman positif bagi seluruh warga sekolah.
Bukan sekadar merayakan kemerdekaan, kegiatan tersebut diarahkan agar siswa semakin memahami arti perjuangan, terbiasa menghargai orang lain, mampu menerima hasil kompetisi dengan sportif serta terdorong untuk terus mengembangkan kemampuan.
Keterlibatan guru dalam perlombaan juga menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan bersama. Guru tidak hanya menjadi pendamping, tetapi ikut menciptakan suasana kebersamaan dan memberikan contoh tentang sportivitas, kekompakan serta keberanian untuk berkompetisi.
Dengan semangat tersebut, HUT ke-81 RI di SMKN 4 Sampit diharapkan menjadi momentum bagi seluruh warga sekolah untuk terus belajar, berprestasi, menjaga kebersamaan dan mengisi kemerdekaan melalui berbagai kegiatan positif di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman. (Sg)












