BUNTOK, Indoborneo News – Di tengah arus kehidupan modern yang kian individualistis, masyarakat Kalimantan Tengah terus menjaga tradisi gotong royong sebagai bagian dari warisan budaya yang berakar pada falsafah Huma Betang. Nilai yang menjunjung tinggi kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati itu hingga kini tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat tersebut masih terasa kuat di Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan. Di wilayah ini, budaya saling membantu bukan sekadar tradisi, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Lurah Bangkuang, H. Muhammad Iqbal, mengatakan gotong royong tidak hanya mempermudah berbagai pekerjaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarsesama warga.
“Di Kelurahan Bangkuang, apabila ada warga yang menggelar hajatan pernikahan, mengalami musibah kematian, mengadakan tahlilan, maupun kegiatan keagamaan lainnya, masyarakat selalu datang membantu secara sukarela. Mereka bekerja bersama sejak persiapan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai tanpa mengharapkan imbalan,” ujar Iqbal, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut menjadi kekuatan sosial yang mampu menjaga keharmonisan lingkungan. Rasa saling memiliki dan kepedulian antarsesama terus tumbuh karena masyarakat menyadari bahwa setiap persoalan akan terasa lebih ringan jika dihadapi bersama.
Tidak hanya dalam penyelenggaraan kegiatan sosial dan keagamaan, kepedulian warga juga terlihat ketika ada masyarakat yang sedang tertimpa musibah sakit. Secara sukarela, warga menggalang bantuan dengan mendatangi rumah-rumah untuk mengumpulkan donasi guna membantu meringankan beban keluarga yang membutuhkan.
Budaya saling membantu yang masih terpelihara di Bangkuang menjadi bukti bahwa nilai-nilai Huma Betang tetap hidup di tengah masyarakat. Di saat berbagai tantangan sosial terus berkembang, semangat gotong royong menjadi perekat yang menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, sekaligus menjadi teladan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
(Fauji/*HKT)












