Siyono, salah satu figur yang siap maju pada Musda Golkar Kotim
SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Semangat konsolidasi Partai Golkar di Kabupaten Kotawaringin Timur mulai mengemuka menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda). Salah satu figur yang menyatakan siap maju, Siyono, mengaku telah mendapat dukungan dari 16 pemegang hak suara dari total 22 suara yang akan menentukan kepemimpinan partai di tingkat kabupaten.
Dukungan tersebut, menurut Siyono, berasal dari Dewan Pertimbangan (Wantim), sejumlah Pengurus Kecamatan (PK), serta organisasi sayap dan organisasi yang didirikan maupun mendirikan Partai Golkar.
Bagi Siyono, dukungan tersebut bukan semata-mata soal pencalonan, tetapi menjadi dorongan untuk membawa semangat kebersamaan dalam membangun kembali kekuatan organisasi hingga tingkat bawah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan kepercayaan. Namun, proses penentuan ketua tetap akan mengikuti mekanisme dan tata tertib Musda.
“Kami menyambut baik kepercayaan yang diberikan. Bagi kami, ini menjadi amanah untuk terus menjaga komunikasi dan kebersamaan. Selanjutnya kami mengikuti seluruh tahapan Musda sesuai aturan organisasi,” kata Siyono, Selasa (6/10/2026).
Dari 22 pemegang hak suara yang disebut Siyono, 16 di antaranya yakni Wantim, PK Pulau Hanaut, PK Seranau, PK Mentaya Hilir Selatan, PK Kota Besi, PK Telawang, PK Baamang, PK Cempaga Hulu, PK Parenggean, PK Tualan Hulu, PK Mentaya Hulu, PK Antang Kalang, PK Bukit Santuai, Ketua Al-Hidayah, Ketua KPPG dan Ketua HWK.
Sementara komposisi 22 hak suara terdiri atas 17 PK kecamatan, satu suara DPD Golkar Provinsi Kalimantan Tengah, satu suara DPD Golkar Kotim, satu suara Wantim, satu organisasi pendiri serta satu organisasi yang didirikan Partai Golkar.
Di tengah proses tersebut, Siyono membawa gagasan agar Musda menjadi momentum memperkuat persatuan. Ia ingin seluruh kader tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi, terlepas dari pilihan masing-masing dalam proses pemilihan.
“Yang paling penting setelah Musda adalah bagaimana kita kembali bersama. Perbedaan dalam proses organisasi adalah hal yang biasa, tetapi setelah itu kita harus menyatukan langkah untuk membesarkan Golkar,” ujarnya.
Menurutnya, Partai Golkar memiliki kekuatan yang besar karena ditopang struktur organisasi dan kader yang tersebar hingga tingkat kecamatan. Potensi tersebut, kata dia, perlu diperkuat melalui komunikasi dan kerja bersama.
Siyono juga menyampaikan komitmennya untuk mendorong penguatan organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan apabila dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Kotim.
Ia ingin keberadaan partai tidak hanya terlihat ketika memasuki momentum politik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi melalui kerja organisasi dan kegiatan yang dirasakan masyarakat.
“Golkar harus hadir di tengah masyarakat. Kita ingin organisasi ini semakin dekat dengan masyarakat, mendengar aspirasi mereka dan ikut memberikan solusi sesuai kapasitas partai,” tuturnya.
Selain konsolidasi internal, peningkatan perolehan suara dan jumlah kursi di DPRD Kotim menjadi salah satu target yang ingin didorong. Menurut Siyono, target tersebut hanya dapat dicapai melalui kerja bersama seluruh kader dan struktur partai.
“Kalau seluruh kader bisa berjalan bersama, menjaga komunikasi dan bekerja dengan baik, tentu akan menjadi kekuatan bagi Golkar. Yang kita bangun bukan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi untuk masa depan partai,” katanya.
Sebelumnya, DPP Partai Golkar melalui surat Nomor B-1095/DPP/GOLKAR/VIII/2026 tertanggal 12 Agustus 2026 memberikan persetujuan kepada Siyono untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kotim.
Persetujuan tersebut diberikan melalui diskresi setelah Siyono mengajukan permohonan karena belum memiliki pengalaman sebagai pengurus Partai Golkar di semua tingkatan.
Dalam pertimbangannya, DPP memperhatikan komitmen Siyono sebagai pengusaha yang menyatakan kesanggupan meningkatkan perolehan suara dan jumlah kursi Partai Golkar di DPRD Kotim.
Meski demikian, pemberian diskresi tersebut tidak menjadi penetapan otomatis sebagai ketua. Proses pemilihan tetap menjadi kewenangan peserta Musda yang memiliki hak suara sah dan harus dilaksanakan sesuai mekanisme organisasi.
Siyono pun menegaskan dirinya siap menghormati seluruh tahapan tersebut.
“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah, kita berharap semuanya tetap menjaga kebersamaan. Bagi kami, Musda bukan hanya tentang memilih ketua, tetapi juga bagaimana setelah Musda Golkar semakin solid dan mampu bekerja lebih baik,” pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, Siyono berharap Musda Golkar Kotim nantinya dapat menjadi ruang konsolidasi yang menghasilkan kepemimpinan sekaligus memperkuat persaudaraan antarkader.
Baginya, kekuatan partai ke depan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memimpin, tetapi juga oleh kemampuan seluruh kader menjaga persatuan dan bersama-sama membawa Golkar semakin dekat dengan masyarakat Kotawaringin Timur. (Sg)












