Daerah  

Kebakaran Hebat Guncang Cempaka Mulia Kotim, Lima Rumah dan Masjid Terbakar

Kebakran di Desa Cempaka Mulia Barat, Kotim

SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Kebakaran melanda kawasan permukiman warga di Desa Cempaka Mulia Barat, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Minggu (25/10/2026) petang. Lima rumah warga dan satu bangunan Masjid Muhajirin terdampak dalam peristiwa tersebut, sedangkan kerugian material hingga kini belum dapat ditaksir.

Banner Website

Api dilaporkan berkobar sekitar pukul 18.30 WIB di Jalan Yahya Usman, RT 009/RW 003. Kejadian itu memerlukan respons cepat petugas pemadam kebakaran karena berlangsung di lingkungan permukiman yang terdapat sejumlah bangunan milik warga.

Informasi kebakaran diterima Sektor Kota Besi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim pada pukul 18.30 WIB. Petugas langsung bersiap dan berangkat menuju lokasi pukul 18.32 WIB. Operasi pemadaman kemudian dimulai sekitar pukul 18.52 WIB.

Kasi Humas Disdamkarmat Kotim, Hery Wahyudi, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan setelah laporan diterima, dengan mengerahkan personel dan kendaraan pemadam ke lokasi kejadian.

“Begitu laporan masuk, petugas segera diberangkatkan untuk menangani kebakaran. Penanganan di lapangan juga mendapat dukungan dari sejumlah unsur agar operasi dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Berdasarkan laporan petugas, lima rumah yang terdampak masing-masing milik Johari, Yulita, Tekon, Resno, dan Aci Imah. Selain tempat tinggal warga, Masjid Muhajirin juga tercatat sebagai bangunan yang terdampak kebakaran.

Dugaan awal, peristiwa tersebut dipicu korsleting listrik. Namun, dugaan itu belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama sebelum ada pemeriksaan lebih lanjut. Karena itu, sumber api masih perlu dikonfirmasi oleh pihak terkait.

Untuk menangani kebakaran, Sektor Kota Besi mengerahkan tiga personel, yakni Benny selaku kepala pos, Tri Putra Kusuma, dan Radi. Mereka didukung tiga unit kendaraan pemadam, yaitu MTPK 11, MUPK 13, dan MUPK 05.

Upaya penanganan juga melibatkan anggota Mako Damkar, Camat Kota Besi, serta anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kecamatan Kota Besi. Operasi berlangsung hingga pukul 20.10 WIB.

Hery mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik di rumah maupun bangunan lainnya. Menurutnya, pemeriksaan berkala dapat membantu mengurangi risiko kebakaran yang berpotensi membahayakan penghuni dan lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat memeriksa kabel, sambungan, dan peralatan listrik secara berkala. Apabila ditemukan kerusakan atau kondisi instalasi yang tidak aman, segera lakukan perbaikan dan hindari penggunaan sambungan listrik yang berisiko,” pesannya.

Hingga berita ini disusun, total kerugian material akibat kebakaran tersebut belum dapat ditaksir. Laporan awal juga belum memuat keterangan mengenai ada atau tidaknya korban jiwa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pencegahan kebakaran perlu dimulai dari lingkungan rumah sendiri. Warga dapat memastikan instalasi listrik sesuai standar, tidak menumpuk beban pada satu stopkontak, mencabut peralatan yang tidak digunakan bila diperlukan, serta segera memeriksa kabel yang terkelupas atau terasa panas. Jika muncul asap atau api, utamakan keselamatan penghuni, segera menjauh dari area berbahaya, dan hubungi petugas pemadam kebakaran.

Langkah sederhana dan respons cepat dapat membantu mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar. (S)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *