Antusiasme warga binaan terlihat saat mereka memilih buku yang ingin dibaca. Sebagian memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah pengetahuan, sementara lainnya menikmati bacaan sebagai kegiatan positif di sela-sela rutinitas pembinaan di Lapas Sampit.
SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Kesempatan untuk belajar dan memperluas wawasan tetap terbuka bagi siapa saja, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pembinaan di balik jeruji besi. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit terus mendorong tumbuhnya semangat belajar di kalangan warga binaan pemasyarakatan (WBP), salah satunya melalui layanan perpustakaan keliling yang menghadirkan beragam bacaan, Kamis (22/10/2026).
Kehadiran mobil perpustakaan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) itu menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk menjelajahi dunia melalui buku. Berbagai koleksi yang dibawa memberikan pilihan bacaan sesuai minat, mulai dari pengetahuan keagamaan, keterampilan, hingga novel dan buku motivasi yang mengandung inspirasi kehidupan.
Antusiasme warga binaan terlihat saat mereka memilih buku yang ingin dibaca. Sebagian memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menambah pengetahuan, sementara lainnya menikmati bacaan sebagai kegiatan positif di sela-sela rutinitas pembinaan.
Suasana literasi itu tidak berhenti pada aktivitas membaca secara pribadi. Warga binaan juga saling berbagi rekomendasi buku, membicarakan bacaan yang menarik, serta mendorong satu sama lain untuk memanfaatkan kesempatan belajar yang tersedia.
Kebiasaan sederhana tersebut memiliki makna penting. Buku dapat menjadi jembatan untuk mengenal berbagai pengalaman, memahami sudut pandang baru, dan menemukan inspirasi untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Di tengah keterbatasan ruang gerak, akses terhadap bacaan membuka kesempatan bagi warga binaan untuk terus mengembangkan diri.
Bagi Lapas Kelas IIB Sampit, pembinaan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan selama menjalani masa pidana, tetapi juga pada upaya membangun pengetahuan, karakter, dan pola pikir yang lebih positif. Melalui kegiatan literasi, warga binaan didorong untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit mengapresiasi keberlanjutan kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kotim. Menurutnya, keberadaan perpustakaan keliling memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus belajar, menemukan inspirasi, dan membangun harapan melalui pengetahuan.
“Layanan perpustakaan keliling ini adalah jendela dunia bagi para warga binaan kami. Harapan kami, semangat literasi yang terbangun tidak berhenti di sini, tetapi terus menyalakan harapan dan membentuk pribadi WBP yang lebih baik dan berwawasan luas,” ungkapnya.
Kerja sama kedua lembaga tersebut menjadi wujud bahwa akses terhadap pendidikan dan pengetahuan perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan. Melalui penyediaan bahan bacaan, mereka tetap memiliki kesempatan untuk mempelajari hal-hal baru dan memperkaya bekal pengetahuan.
Lebih dari sekadar menghadirkan buku, perpustakaan keliling juga membawa pesan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan memperbaiki diri. Pengetahuan yang diperoleh hari ini diharapkan dapat menjadi modal berharga ketika warga binaan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Lapas Sampit berharap sinergi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kotim dapat terus berlanjut, sehingga budaya membaca semakin tumbuh di lingkungan pemasyarakatan. Dengan akses literasi yang berkesinambungan, warga binaan diharapkan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan positif, tetapi juga mampu mengenali potensi diri dan menyiapkan langkah untuk masa depan.
Pada akhirnya, sebuah buku dapat menjadi awal dari perubahan besar. Dari balik jeruji, warga binaan tetap dapat membuka wawasan, menumbuhkan harapan, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan semangat baru. Inilah nilai penting literasi dalam pembinaan: memberikan ruang untuk belajar, kesempatan untuk berubah, dan harapan untuk menata kehidupan yang lebih baik. (Sg).












