SAMPIT INDOBORNEONEWS– SMAN 2 Sampit kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan peserta didik. Sekolah ini dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan Aksi Bergizi di Sekolah tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Rabu (5/8/2026). sebuah program yang bertujuan membangun budaya hidup sehat sekaligus mencegah stunting dan anemia pada kalangan remaja.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Kesehatan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah dalam menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Kepala SMAN 2 Sampit, Drs. Kodarahim, menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga memastikan mereka tumbuh dengan kondisi kesehatan yang baik. Menurutnya, kesehatan, kecukupan gizi, dan kebiasaan hidup sehat merupakan modal penting bagi peserta didik untuk meraih prestasi.
“Kami menyambut baik pelaksanaan Aksi Bergizi di SMAN 2 Sampit karena kesehatan dan kecukupan gizi siswa menjadi fondasi utama dalam mendukung proses belajar. Ke depan, program ini akan kami jadikan agenda rutin agar budaya hidup sehat benar-benar tertanam di lingkungan sekolah,” ujar Kodarahim.
Ia menambahkan, pembiasaan pola hidup sehat sejak usia sekolah diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang peduli terhadap kesehatan diri sendiri. Kebiasaan sederhana seperti sarapan bergizi, mengonsumsi buah dan sayur, rutin berolahraga, hingga menjaga kebersihan lingkungan diyakini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan fisik maupun kemampuan belajar siswa.
Pelaksanaan Aksi Bergizi mengacu pada Surat Undangan Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur Nomor 400.7.27.2/189/Dinkes/2026 tanggal 3 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Bapperida, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas P3APPKB, Kementerian Agama, Camat Baamang, Lurah Baamang Tengah, Kepala Puskesmas Baamang 1, TP PKK, PGRI, Persagi, pimpinan perguruan tinggi, serta insan media.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) di Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Norliana menyampaikan bahwa Aksi Bergizi merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan remaja. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada pemenuhan gizi, tetapi juga membangun kesadaran pelajar agar menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.
“Kami mendorong sekolah untuk rutin melaksanakan edukasi gizi seimbang, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kesehatan. Tim kesehatan dari Puskesmas siap turun langsung ke sekolah untuk melakukan skrining sehingga kondisi kesehatan siswa dapat dipantau secara berkala,” katanya.
Menurutnya, masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pencegahan anemia pada remaja putri melalui pemberian Tablet Tambah Darah serta edukasi gizi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pencegahan stunting di masa mendatang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti seluruh siswa, guru, dan tamu undangan sebagai bentuk kampanye pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kebugaran tubuh. Suasana kebersamaan kemudian berlanjut melalui sarapan bersama dengan menu bergizi sesuai pedoman Isi Piringku, yang terdiri atas makanan pokok, lauk sumber protein, sayuran, dan buah-buahan.
Para siswa juga mengikuti makan buah bersama sebagai simbol gerakan membiasakan konsumsi buah setiap hari. Kegiatan tersebut disertai penyuluhan mengenai gizi seimbang oleh tenaga gizi dari Puskesmas Baamang 1 yang memberikan pemahaman tentang pentingnya memilih makanan bergizi, menjaga pola makan, serta menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Khusus bagi siswi, dilakukan pembagian Tablet Tambah Darah sebagai langkah pencegahan anemia. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kesehatan remaja putri sehingga kelak siap menjadi generasi yang sehat dan mampu melahirkan generasi berikutnya yang terbebas dari risiko stunting.
Melalui pelaksanaan Aksi Bergizi di SMAN 2 Sampit, pemerintah daerah berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi budaya yang diterapkan secara berkelanjutan di seluruh satuan pendidikan. Dengan sinergi antara sekolah, tenaga kesehatan, orang tua, dan pemerintah, diharapkan lahir generasi muda Kotawaringin Timur yang sehat, berprestasi, produktif, serta memiliki daya saing tinggi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. (Sg)












