Orientasi Kepramukaan SMAN 2 Sampit Bentuk Karakter, Kepemimpinan, dan Kepedulian Sosial Siswa Baru

SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Semangat kebangsaan, kedisiplinan, dan kepedulian sosial kembali digaungkan di lingkungan pendidikan. SMA Negeri 2 Sampit (SMANDA) menggelar Kegiatan Orientasi Praja Dian Buana (KOPS PDB) selama dua hari, 31 Juli hingga 1 Agustus 2026, sebagai langkah awal membentuk karakter peserta didik baru melalui pendidikan kepramukaan.

Kegiatan yang diikuti seluruh siswa baru tersebut tidak sekadar menjadi ajang pengenalan organisasi Pramuka maupun lingkungan sekolah. Lebih dari itu, orientasi dirancang sebagai ruang pembelajaran yang menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, gotong royong, cinta tanah air, kepedulian terhadap sesama, hingga kecintaan terhadap lingkungan.

Banner Website

SMA Negeri 2 Sampit yang beralamat di Jalan Gunung Kerinci, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, merupakan salah satu sekolah menengah atas unggulan di Kalimantan Tengah. Selain dikenal dengan berbagai prestasi akademik dan nonakademik, sekolah ini juga konsisten membangun karakter siswa melalui beragam kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya Gerakan Pramuka yang menjadi wadah pembinaan generasi muda.

Kepala SMAN 2 Sampit, Kodarahim, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Teguh Karyadi, mengatakan orientasi kepramukaan bertujuan memperkenalkan Pramuka sebagai media pembentukan generasi muda yang siap menjadi pemimpin berkarakter.

“Orientasi ini bukan untuk perpeloncoan, tetapi menjadi proses awal mengenalkan budaya Pramuka yang berlandaskan Tri Satya dan Dasa Dharma kepada peserta didik baru,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Teguh, terdapat sejumlah nilai utama yang ditanamkan selama kegiatan berlangsung. Mulai dari memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, membiasakan disiplin dan tanggung jawab, hingga membangun semangat kerja sama melalui berbagai aktivitas kelompok.

Peserta juga didorong menjadi pribadi yang mandiri, berani mengambil keputusan, mampu memecahkan masalah, serta percaya diri tampil di depan umum. Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan dan semangat menolong sesama turut menjadi bagian penting dalam setiap rangkaian kegiatan.

Ia menjelaskan, pembentukan karakter melalui kepramukaan di SMAN 2 Sampit dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya saat orientasi, tetapi juga melalui latihan rutin, perkemahan, kegiatan pionering, hingga berbagai penugasan yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa.

Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma diterapkan dalam berbagai aktivitas sehingga siswa terbiasa bersikap jujur, sopan, hemat, bertanggung jawab, serta mampu menghargai orang lain dalam kehidupan sehari-hari.

Kedisiplinan juga dibangun melalui pembiasaan sederhana, seperti hadir tepat waktu, menjaga kerapian seragam, menaati tata tertib, mengikuti baris-berbaris, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kebiasaan tersebut diharapkan menjadi karakter yang melekat pada diri setiap peserta didik.

Sementara itu, jiwa kepemimpinan diasah melalui sistem regu yang menjadi ciri khas Gerakan Pramuka. Setiap siswa diberi kesempatan memimpin kelompok, mengatur pembagian tugas, menyelesaikan persoalan bersama, hingga mengambil keputusan dalam berbagai kegiatan.


“Melalui sistem regu, siswa belajar bahwa seorang pemimpin bukan hanya memberi perintah, tetapi harus mampu menjadi teladan, mengayomi, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap kelompoknya,” jelas Teguh.

Menurutnya, kegiatan kepramukaan di SMANDA menjadi laboratorium karakter di luar ruang kelas yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir, bersikap, dan bertindak.

Sekolah berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan budaya sekolah sekaligus menjadi pribadi yang disiplin, aktif, menghormati guru dan teman, serta menjadi pelopor kebersihan dan ketertiban di lingkungan sekolah.

Lebih jauh lagi, para siswa diharapkan mampu mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma dalam kehidupan bermasyarakat dengan menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama, mencintai lingkungan, gemar membantu orang lain, serta mampu menjadi agen perubahan positif di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Harapan kami, setelah mengikuti orientasi ini, siswa baru SMAN 2 Sampit tidak hanya mengenakan seragam Pramuka, tetapi benar-benar memiliki karakter, sikap, dan semangat pengabdian yang mencerminkan nilai-nilai Pramuka. Itulah bekal penting untuk menjadi generasi yang berprestasi, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Teguh. (Sg)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *