SAMPIT INDOBORNEONEWS– Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Negeri 4 Sampit telah berakhir. Memasuki tahun ajaran baru, seluruh peserta didik kini mulai mengikuti proses pembelajaran aktif sesuai jadwal yang telah ditetapkan, disertai berbagai program pembinaan karakter, pengembangan bakat, dan penguatan kompetensi.
Kepala SMKN 4 Sampit, Rusliharyanti, mengatakan seluruh rangkaian pembelajaran setelah MPLS telah disusun agar tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter serta mengembangkan potensi peserta didik.
“Setelah MPLS selesai, anak-anak langsung mengikuti kegiatan belajar mengajar sesuai jadwal. Pembinaan karakter tetap berjalan karena sudah terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran di sekolah,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, sekolah juga telah menyiapkan program khusus penguatan karakter yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Program tersebut direncanakan berlangsung sekitar September hingga Oktober dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk bekerja sama dengan Kompi Antang.
Program itu ditujukan untuk membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, serta jiwa kepemimpinan siswa sebagai bekal selama menempuh pendidikan di SMK.
Selain pembelajaran di kelas, SMKN 4 Sampit juga rutin menggelar Gelar Bakat Minat yang dilaksanakan sedikitnya satu kali setiap bulan. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan kemampuan yang mereka kembangkan melalui pembelajaran maupun kegiatan ekstrakurikuler.
Beragam penampilan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari musik, tari, pencak silat, fashion show, pidato tiga bahasa yakni bahasa Inggris, Arab dan Indonesia, hingga hasil karya mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKWU).
Menurut Rusliharyanti, hasil karya siswa akan ditampilkan apabila telah memenuhi capaian pembelajaran yang ditargetkan oleh guru.
“Kalau produk pembelajarannya sudah siap, nanti akan dipamerkan atau ditampilkan. Jadi anak-anak memiliki ruang untuk menunjukkan hasil belajar dan bakat yang mereka miliki,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan menciptakan suasana sekolah yang aktif sehingga peserta didik selalu memiliki aktivitas positif selama berada di lingkungan sekolah.
SMKN 4 Sampit juga menerapkan kebijakan agar tidak ada jam belajar yang kosong. Apabila guru mata pelajaran berhalangan hadir, guru piket bersama bagian kurikulum akan mengatur pengganti sehingga proses belajar tetap berlangsung.
“Kami berupaya tidak ada lost learning. Anak-anak tidak boleh dibiarkan tanpa kegiatan pembelajaran atau berkeliaran di luar kelas. Selalu ada pengganti agar proses belajar tetap berjalan,” tegasnya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menerapkan kurikulum secara optimal sesuai arah kebijakan pemerintah.
Sementara itu, Ketua Panitia MPLS SMKN 4 Sampit, Fitra Rizali, menyampaikan tahun ajaran ini sekolah menerima 194 peserta didik baru yang tersebar pada lima kompetensi keahlian, yakni Agribisnis Tanaman Perkebunan, Pertanian, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP), Pariwisata, dan Perhotelan.
Selama MPLS, peserta dibagi ke dalam 10 kelompok, masing-masing beranggotakan sekitar 19 hingga 20 siswa agar pembinaan lebih efektif.
Menurut Fitra, materi yang diberikan selama MPLS tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Pembiasaan budaya senyum, salam, menjaga kebersihan lingkungan, hidup rukun, senam bersama setiap Jumat, hingga kegiatan Jumat Berkah menjadi bagian dari implementasi nilai-nilai yang telah diperkenalkan kepada peserta didik baru.
“Kami ingin materi MPLS benar-benar menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya dipelajari saat kegiatan berlangsung,” katanya.
Pelaksanaan MPLS sendiri diawali dengan pra-MPLS, kemudian dilanjutkan kegiatan utama selama lima hari. Sebelum pelaksanaan, sekolah juga mengadakan sosialisasi kepada orang tua mengenai seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam sosialisasi tersebut, pihak sekolah menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS berlangsung tanpa praktik perpeloncoan. Orang tua bahkan dipersilakan melihat langsung kegiatan praktik yang dijalankan siswa di sekolah.
“Kami menjamin seratus persen tidak ada perpeloncoan. Orang tua kami beri kesempatan untuk melihat langsung bagaimana kegiatan MPLS berlangsung,” ujar Fitra.
Selama MPLS, siswa juga mengikuti praktik sesuai kompetensi keahlian masing-masing, seperti praktik pengolahan hasil pertanian, kegiatan perhotelan, hingga pembuatan produk sederhana seperti telur asin.
Untuk memastikan kualitas pelaksanaan, panitia melakukan refleksi dan evaluasi setiap hari bersama peserta didik. Selain itu, sekolah juga menjalin komunikasi dengan para orang tua guna mengetahui tanggapan mereka terhadap kegiatan MPLS.
“Hasil evaluasi menunjukkan anak-anak merasa senang mengikuti MPLS. Orang tua juga memberikan respons positif terhadap komunikasi yang dibangun sekolah dan pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan,” pungkasnya. (Sg)












