KALTENG, Indoborneo News – Modus guru tipu guru terbongkar lewat curhat virtual. Seorang guru SD di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berinisial KB (36) melapor ke Cak Sam Polda Kalteng setelah pesanan baju tari untuk muridnya tak kunjung selesai meski sudah lunas transfer Rp1,5 juta sejak Februari 2026.
Korban memesan kostum tari kepada TN (34) oknum guru SMK di Kabupaten Kapuas yang dikenalnya lewat Instagram. Komunikasi berlanjut ke WhatsApp untuk bahas desain dan harga. Setelah deal, Kumbang transfer tunai Rp1,5 juta pada 10 Februari 2026.
Masalah muncul saat ditagih progres. Pada 6 April 2026, TN masih merespons dan menyebut pengerjaan sudah 70%. Namun setelah 10 April, komunikasi diputus total. Chat tak dibalas, telepon tak diangkat.
“KB minta pertanggungjawaban karena pihak sekolah merasa dirugikan. Kostum yang mau dikenakan tidak jadi dipakai anak-anak untuk tampil lomba. Untuk bukti screenshot, screenvideo percakapan KB dan TN, serta bukti transaksi masih disimpan KB, sebagai bukti untuk ditindaklanjuti,“ kata Cak Sam, Selasa (9/6/2026).
baca berita lainnya
Geger! Petugas Selidiki Temuan Diduga Tengkorak Manusia di Bawah Jembatan Bumi Raya I Sampit
Tak butuh waktu lama, Cak Sam langsung menghubungi TN lewat video call WhatsApp. Dalam mediasi virtual yang disambungkan ke KB, TN akhirnya mengakui dan dibina langsung oleh Cak Sam.
baca juga
Operasi SAR Hari ke 2: Tim Gabungan Sisir Sungai Kapuas Cari Bocah 11 Tahun Tenggelam
Lalu, TN menyanggupi menyelesaikan seluruh pesanan baju tari paling lambat 20 Juni 2026. Jika ingkar, ia wajib mengembalikan uang Rp1,5 juta secara utuh kepada KB.
Kasus ini jadi bukti efektivitas program curhat virtual Cak Sam Polda Kalteng dalam menjembatani konflik warga tanpa harus tatap muka, terutama yang terkendala jarak antar kabupaten.
(FAUJI)












