SAMPIT INDOBORNEONEWS – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mewarnai kegiatan di SDN 6 Mentawa Baru Hulu, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat (14/8/2026).
Beragam perlombaan digelar untuk memberikan ruang bagi siswa menampilkan kreativitas sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan. Kegiatan tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga orang tua melalui lomba fashion show berpasangan antara ibu dan anak maupun ayah dan anak.
Kepala SDN 6 MB Hulu, Kirno, mengatakan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak Senin (3/8/2026) dan mencakup berbagai bidang, mulai dari akademik, olahraga, seni hingga budaya. Beberapa lomba yang digelar di antaranya ranking satu, cerdas cermat umum, cerdas cermat agama, mewarnai, menggambar serta berbagai perlombaan lainnya.
“Khusus hari ini ada penilaian kebersihan kelas dengan fashion show berpasangan antara ibu dan anak atau anak dan ayahnya. Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari semarak HUT RI ke-81,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk memeriahkan suasana kemerdekaan. Pihak sekolah ingin momentum HUT RI menjadi sarana bagi siswa untuk mengenang jasa para pahlawan dan meneladani nilai perjuangan dalam kehidupan masa kini.
“Tujuannya untuk mengenang kembali jasa para pahlawan, kemudian meneladani perjuangan mereka dalam konteks modern, misalnya dengan meningkatkan potensi diri dan semangat kebersamaan,” katanya.
Antusiasme siswa dan orang tua disebut sangat tinggi. Namun, saat ini memasuki musim kemarau dan kondisi udara yang kurang baik akibat kabut asap membuat pihak sekolah membatasi kegiatan di luar ruangan.
Sejumlah kegiatan outdoor yang sebelumnya rutin digelar, seperti sepak bola untuk orang tua dan lomba bakiak ibu-ibu, tahun ini ditiadakan sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatan warga sekolah.
Meski demikian, seluruh kelas tetap diberikan kesempatan untuk mengikuti perlombaan. Bahkan, siswa berkebutuhan khusus juga dilibatkan agar memiliki ruang yang sama untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya.
“Semua kelas ada perwakilan, baik kelas rendah maupun kelas tinggi. Siswa reguler dan siswa ABK juga kita berikan ruang dan kesempatan untuk mengekspresikan apa yang mereka bisa dalam rangka turut memeriahkan HUT RI ke-81,” ungkapnya.
Dalam lomba kebersihan kelas, penilaian dilakukan berdasarkan empat aspek dengan total nilai 100. Penilaian pertama mencakup kebersihan atau higienitas kelas, seperti kondisi lantai, kaca, jendela, meja, kursi, papan tulis dan ketersediaan tempat sampah.
Aspek kedua adalah kerapian dan penataan. Juri melihat keteraturan susunan meja dan kursi, penataan alat kebersihan, keberadaan sudut baca serta kerapian barang-barang di dalam kelas.
Selanjutnya, kreativitas dan dekorasi tematik menjadi aspek ketiga. Dekorasi bernuansa HUT RI ke-81, penggunaan media informasi atau mading serta keunikan tampilan kelas turut menjadi perhatian.
Koordinator pengawas pembina yang menjadi salah satu juri, Jumratul Abidinsah, mengatakan aspek terakhir yang dinilai adalah kelengkapan simbol negara dan administrasi kelas.
“Yang kita nilai ada empat aspek, yaitu kebersihan, kerapian atau penataan, kreativitas dan dekorasi tematik, serta kelengkapan simbol negara dan administrasi. Total seluruh penilaiannya 100,” jelasnya.
Sementara itu, fashion show pasangan orang tua dan anak memiliki kriteria penilaian yang berbeda. Selain kesesuaian dengan tema HUT RI, juri memperhatikan kreativitas peserta dalam menampilkan busana bernuansa Merah Putih.
Keserasian antara orang tua dan anak menjadi salah satu poin penting. Juri juga memperhatikan apakah busana dibuat atau dimodifikasi sendiri menggunakan bahan tertentu atau hanya menggunakan pakaian yang sudah jadi.
Kreativitas penggunaan bahan menjadi salah satu unsur yang mendapat perhatian dalam penilaian. Selain itu, peserta juga dinilai dari cara berjalan di atas panggung, ekspresi, kenyamanan menggunakan busana serta kekompakan pasangan.
“Penekanannya pada kreativitas penggunaan bahan, kemudian kekompakan ibu dan anak saat catwalk. Yang penting terlihat chemistry-nya di atas panggung dan mereka nyaman menggunakan busananya,” kata Nia Pitriani, sekretaris Lurah MB Hulu sekaligus juri fashion show ini.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mempererat hubungan antara siswa, orang tua dan guru. Semangat kemerdekaan ditanamkan melalui kegiatan yang menyenangkan sekaligus memberikan ruang bagi setiap anak untuk berpartisipasi sesuai kemampuannya.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang pada Selasa mendatang. Sementara pada 17 Agustus 2026, SDN 6 MB Hulu juga akan melaksanakan upacara HUT Kemerdekaan RI di halaman sekolah dengan melibatkan orang tua siswa dan komite sekolah. (Sg)












