Penuh Semangat dan Kebersamaan, Lapas Sampit Semarakkan HBP ke-62 dengan Pekan Olahraga WBP

SAMPIT.Indoborneonews.com – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah. Momentum tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pekan Olahraga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berlangsung meriah, Sabtu (11/04/2026).

Kegiatan diawali dengan prosesi pembukaan yang ditandai pelepasan balon ke udara oleh Kepala Lapas Sampit bersama jajaran. Ratusan balon berwarna-warni yang menghiasi langit menjadi simbol harapan, semangat baru, serta komitmen dalam membangun pembinaan yang lebih humanis.

Kepala Lapas Sampit, Muhammad Yani menyampaikan bahwa pekan olahraga ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan. Selain untuk menjaga kebugaran jasmani, kegiatan ini juga bertujuan mempererat kebersamaan dan menumbuhkan nilai sportivitas.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan dapat menyalurkan energi secara positif, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” ujarnya.

Berbagai cabang olahraga dipertandingkan dalam kegiatan ini, di antaranya bola voli, tenis meja, catur, domino, bulu tangkis, hingga karaoke. Antusiasme warga binaan terlihat tinggi sejak awal kegiatan, dengan sorak sorai dan dukungan yang menciptakan suasana penuh keakraban.

Lebih dari sekadar ajang kompetisi, pekan olahraga ini juga menjadi sarana hiburan yang positif serta bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif. Hal ini sejalan dengan semangat HBP ke-62 yang mengedepankan pendekatan humanis dalam proses pembinaan.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas IIB Sampit menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pemasyarakatan yang lebih progresif dan berorientasi pada pemulihan. Diharapkan, kegiatan ini mampu memberikan dampak positif tidak hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga memperkuat mental, karakter, serta rasa kebersamaan warga binaan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *