Plasma 20 Persen Dipersoalkan Warga, Pimpinan Pusat PT BAP Dipanggil ke Sampit

Masyarakat dari sejumlah desa di Seruyan dan Kotim berjejal di depan gerbang kebun PT BAP, Sabtu (5/9/2026).

KUALA PEMBUANG.INDOBORNEONEWS– Persoalan hak plasma 20 persen yang diperjuangkan masyarakat di Kabupaten Seruyan memasuki babak penting. Pimpinan pusat PT BAP dijadwalkan datang ke Sampit untuk bertemu langsung dengan perwakilan masyarakat pada 9 September 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum yang dinanti warga setelah tuntutan mereka mendapat pengawalan langsung dari Kapolres Seruyan AKBP Beddy Danu Prabowo bersama Ketua DPRD Kabupaten Seruyan.

Banner Website

Beddy menegaskan dirinya sejak awal berkomitmen mengawal persoalan tersebut hingga ada penyelesaian. Komitmen itu disampaikan ketika dirinya menemui massa aksi di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Seruyan sehari sebelumnya.

“Sesuai janji saya kemarin saat di halaman Kantor Pemda Seruyan, saya akan mengawal ini dari awal sampai selesai. Alhamdulillah janji saya sudah saya penuhi,” tegas Beddy, Sabtu (5/9/2026).

Pengawalan tersebut kemudian berlanjut dengan pertemuan bersama pihak manajemen PT BAP. Beddy bersama Ketua DPRD Seruyan tiba di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB pada Jumat malam.

Setibanya di lokasi, mereka langsung menggelar koordinasi dan rapat dengan manajemen perusahaan. Pertemuan itu turut didampingi KBO dan Kasat Intelkam Polres Seruyan.

“Saya tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB tiba bersama Ketua DPRD Kabupaten Seruyan. Setibanya langsung koordinasi mengadakan rapat didampingi KBO dan Kasat Intelkam bersama pihak manajemen perusahaan. Pagi ini saya langsung turun ke sini guna memastikan masyarakat saya aman dan baik-baik saja,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Beddy mengaku menyampaikan langsung kondisi yang terjadi di lapangan. Ia meminta pihak perusahaan memberikan hak masyarakat sesuai tuntutan yang disampaikan.

Bahkan, bersama Ketua DPRD Seruyan, dirinya mendesak perusahaan agar segera mengambil langkah konkret.

“Dalam rapat saya langsung mengutarakan apa yang terjadi terkait keadaan di sini dengan pihak manajemen perusahaan di Jakarta. Saya meminta pihak perusahaan memberikan hak masyarakat,” ungkapnya.

“Kami dengan Ketua DPRD Kabupaten Seruyan menekan pihak perusahaan agar segera melakukan tindakan atau merealisasikan apa yang saya sampaikan bersama Ketua Dewan,” tegas Beddy.

Desakan tersebut kemudian membuahkan kesepakatan awal. Pihak pimpinan pusat PT BAP disebut bersedia datang langsung ke Sampit untuk bertemu dengan masyarakat.

Beddy berharap kedatangan pimpinan pusat tidak sekadar menjadi forum pembahasan, tetapi menghasilkan keputusan yang dapat menjawab tuntutan warga.

“Akhirnya pihak pimpinan pusat bersedia untuk datang ke tempat kita ini. Saya meminta kedatangan pimpinan pusat langsung merealisasikan keinginan kita,” katanya.

Dalam pertemuan yang direncanakan berlangsung 9 September tersebut, masyarakat akan diwakili sejumlah unsur. Mereka terdiri dari kepala desa, ketua BPD, ketua koperasi, serta tiga perwakilan masyarakat dari masing-masing desa.

Keterlibatan langsung perwakilan warga diharapkan membuat persoalan plasma dapat dibahas secara terbuka dan menghasilkan kepastian, bukan kembali berhenti pada janji atau pembahasan.

Beddy juga menegaskan bahwa langkah yang dilakukannya semata-mata untuk kepentingan masyarakat dan menjaga situasi tetap aman.

“Semua ini demi masyarakat saya, biar semua yang menjadi hak masyarakat saya bisa diberikan pihak perusahaan,” ujarnya.

Ia bahkan memastikan tidak memiliki kepentingan dengan pihak perusahaan.

“Saya tidak ada kepentingan dengan pihak perusahaan,” tegasnya.

Di sisi lain, Beddy meminta masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban hingga agenda pertemuan dengan pimpinan pusat PT BAP digelar.

“Sekali lagi saya meminta masyarakat saya untuk menjaga Kamtibmas bersama sampai kita melakukan rapat dengan pihak pimpinan pusat perusahaan,” pungkasnya.

Kini perhatian masyarakat tertuju pada pertemuan di Sampit. Setelah tuntutan plasma 20 persen disuarakan dan mendapat pengawalan dari berbagai pihak, warga menunggu langkah nyata dari perusahaan.

Pertemuan 9 September menjadi ujian penting bagi penyelesaian persoalan tersebut. Masyarakat berharap pertemuan itu mampu memberikan kejelasan dan kepastian terhadap hak plasma yang selama ini mereka perjuangkan. (Sg).

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *