SMAN 2 Sampit Perkuat Pendidikan Inklusif Lewat Komunitas Belajar Huma Itah

SAMPIT. INDOBORNEONEWS – SMAN 2 Sampit terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berpusat pada peserta didik melalui Komunitas Belajar Huma Itah. Melalui wadah tersebut, sekolah mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Kegiatan Kokurikuler Adaptif (KKA) sebagai upaya menciptakan sekolah yang ramah anak, aman, nyaman, serta mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan peserta didik.

Komitmen tersebut ditandai melalui kegiatan Implementasi Pembelajaran Mendalam dan KKA dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Anak, Aman dan Nyaman yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama SKH 3 Sampit di Aula Dian Buana SMAN 2 Sampit, Rabu (29/7/2026).

Banner Website

Kepala SMAN 2 Sampit, Drs. Kodarahim, mengatakan pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang mengedepankan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar.

Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan agar peserta didik tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu mengembangkan karakter, keterampilan memecahkan masalah, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Melalui pembelajaran mendalam, siswa didorong menjadi lebih aktif, mandiri, kreatif, dan mampu memahami materi secara menyeluruh sehingga pembelajaran benar-benar memberikan makna bagi kehidupan mereka,” ujar Kodarahim.

Ia menjelaskan, implementasi KKA juga mendorong guru merancang pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpihak kepada kebutuhan setiap peserta didik. Dengan demikian, setiap siswa memperoleh kesempatan belajar sesuai potensi dan karakteristiknya masing-masing.

Kodarahim menegaskan bahwa sekolah ramah anak tidak hanya diwujudkan melalui sarana dan prasarana, tetapi juga melalui budaya sekolah yang menghargai keberagaman, bebas dari diskriminasi, serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga sekolah.

Sebagai sekolah penyelenggara pendidikan inklusif, SMAN 2 Sampit berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang setara, termasuk bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu prioritas agar layanan pendidikan semakin optimal.

Komitmen tersebut diperkuat melalui penandatanganan MoU dengan SKH 3 Sampit. Kerja sama ini mencakup pendampingan, konsultasi, berbagi praktik baik, serta penguatan kapasitas guru dalam menyusun program pembelajaran yang sesuai bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Melalui sinergi tersebut, guru-guru SMAN 2 Sampit diharapkan semakin siap menerapkan strategi pembelajaran yang inklusif sehingga seluruh peserta didik dapat berkembang tanpa terkecuali.
Kodarahim berharap kolaborasi ini menjadi contoh baik bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Kotawaringin Timur dalam memperkuat pendidikan inklusif melalui kerja sama antar-lembaga.

“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Dengan saling berkolaborasi, kita dapat menghadirkan sekolah yang benar-benar ramah anak, aman, nyaman, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik,” pungkasnya. (SG)

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *