Kebakaran melanda kawasan hutan dan semak belukar Desa Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (5/10) siang.
SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Kobaran api mendadak mengamuk di kawasan hutan dan semak belukar Desa Jaya Kelapa, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (5/10) siang.
Titik api berada di kawasan yang berdekatan dengan permukiman warga, gedung walet dan jalan raya. Kondisi itu membuat kebakaran harus segera ditangani agar kobaran tidak menjalar dan mengancam lingkungan sekitar.
Laporan kebakaran diterima Pos Damkar Sektor Samuda dari masyarakat. Petugas langsung bergerak pada pukul 12.45 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman terhadap hutan dan semak belukar yang terbakar. Api kemudian disusul dengan proses pendinginan untuk memastikan bara yang tersisa tidak kembali memicu kobaran.
Kepala Pos Damkar Sektor Samuda Supianor mengatakan, penanganan dilakukan sesegera mungkin setelah laporan diterima karena lokasi kebakaran cukup dekat dengan kawasan aktivitas warga.
“Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung bergerak menuju lokasi. Karena titik api berada dekat permukiman, gedung walet dan jalan raya, kami segera melakukan pemadaman dan pendinginan,” kata Supianor, Senin (5/10/2026).
Satu unit armada MTPK 12 dikerahkan bersama empat personel, yakni Supianor, Saleh, Haris dan Rusdiansyah.
Pemadaman turut mendapat dukungan dari Camat MHS, personel Polsek Samuda, Koramil Samuda serta Masyarakat Peduli Api (MPA) tingkat kecamatan dan desa.
Setelah berjibaku di lokasi, operasi pemadaman dan pendinginan akhirnya selesai sekitar pukul 15.00 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
“Setelah api berhasil dipadamkan, kami melakukan pendinginan di area yang terbakar untuk memastikan tidak ada lagi titik bara. Setelah operasi selesai, armada kembali untuk pengisian air dan selanjutnya disiagakan kembali,” ujar Supianor.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Petugas hanya memastikan api telah berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke kawasan di sekitar titik kebakaran.
Peristiwa tersebut kembali menunjukkan ancaman kebakaran lahan yang dapat muncul sewaktu-waktu, terutama ketika titik api berada di dekat permukiman dan fasilitas masyarakat.
Kecepatan laporan warga dan respons petugas menjadi faktor penting untuk mencegah kobaran berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar. (Sg).












