Asap Pekat Selimuti Sampit, Warga Sebut Kondisi Hari Ini Makin Parah

Asap Pekat Selimuti Sampit

SAMPIT.INDOBORNEONEWS – Kabut asap kian pekat menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Kamis (22/10/2026). Kondisi pada hari ini dinilai lebih parah dibandingkan beberapa hari sebelumnya, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan.

Banner Website

Pekatnya asap menjadi perhatian warga, terutama bagi pengguna jalan yang harus bepergian di tengah kondisi udara berkabut. Selain mengurangi kenyamanan, kabut asap berpotensi mengganggu jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan apabila pengendara tidak berhati-hati.

Warga Sampit, Joko, mengatakan kondisi kabut asap yang menyelimuti kota pada Kamis pagi terasa semakin parah dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Asap pekat hari ini. Hari ini makin parah dibanding hari-hari sebelumnya,” ujar Joko.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih waspada, khususnya saat berkendara di jalan raya. Pengendara diharapkan tidak menganggap remeh kabut asap, terutama apabila jarak pandang mulai terbatas dan kendaraan lain sulit terlihat dari kejauhan.

Joko mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menghadapi kondisi tersebut. Menurutnya, kewaspadaan diperlukan agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan.

“Warga diimbau lebih waspada, terutama saat berkendara. Kalau asap semakin pekat, keselamatan harus menjadi perhatian utama,” katanya.

Pengendara disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kondisi. Apabila jarak pandang terlalu terbatas, perjalanan sebaiknya tidak dipaksakan dan pengendara dapat berhenti sementara di lokasi yang aman hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.

Kabut asap juga perlu diwaspadai dari sisi kesehatan. Paparan partikel pencemar di udara dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap semakin pekat. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker yang sesuai dan upaya mengurangi paparan asap dapat membantu menekan risiko gangguan kesehatan.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran terbuka, baik untuk membersihkan lahan maupun membuang sampah. Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi penting agar kondisi udara tidak semakin memburuk.

Sementara itu, perkembangan kualitas udara di Sampit perlu terus dipantau melalui informasi resmi instansi terkait. Data pengukuran kualitas udara diperlukan untuk mengetahui tingkat pencemaran secara terukur dan menjadi dasar bagi masyarakat dalam menentukan langkah pencegahan.

Hingga berita ini disusun, belum tersedia data pengukuran terbaru yang dapat memastikan tingkat pencemaran udara di Sampit maupun penyebab pasti pekatnya kabut asap pada hari ini.

Masyarakat diharapkan tetap waspada, menjaga kesehatan, dan mengutamakan keselamatan selama beraktivitas. Jika kondisi asap semakin parah, warga diminta menyesuaikan kegiatan dengan situasi di lapangan serta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. (J).

Banner Website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *